SEBUAH RENUNGAN

Posted on Maret 30, 2011

2


Tanpa sengaja tapi pagi saya membaca salah satu postingan dari rekan saya di FB yang telah ditandai oleh rekannya teman saya itu.

Tulisan tersebut cukup menarik, dan karena itu saya ingin memuatnya dalam halaman blog saya, sebagai pengingat untuk saya, juga untuk kita semua.

Terimakasih Kang Haji, kita mungkin sama2 alumni yach, tapi mungkin beda angkatan saja.

Kang Haji postingannya saya muat disini yach kang………hatur nuhun………

WE ARE RICH Seorang anak muda mendekati seorang pengusaha sukses pada sebuah seminar sehari yang membahas tentang HOW TO BE RICH. Saat itu semua sedang break makan siang dan dengan sigap si pemuda mencuri kesempatan untuk duduk dekat-dekat pengusaha sukses ini. Sambil menikmati udang goreng mentega, cah kangkung, dan sambal mangga, si pemuda membuka percakapan. “AS.WR.WB, Perkenalkan, saya Ivan,” sapa si pemuda “WS.WR.WB … saya Don Rivano,” jawab pengusaha ini ramah.”Kerja di mana, Mas?” “Saya masih mencari pekerjaan, Pak,” jawab pemuda ini agak kaget. “Bapak Don, saya sengaja duduk di dekat bapak karena penasaran, bagaimana bapak bisa sukses dengan umur yang sangat muda?” tanya pemuda ini, tidak mau kehilangan kesempatan. “Karena, uang adalah segalanya.” Jawaban Don Rivano sangat mengejutkan. “Oh, jadi karena Bapak mengejar uang untuk jadi kaya?” si pemuda semakin penasaran. Sambil tertawa, sang pengusaha muda meletakkan sendok dan garpunya dan berbalik menghadap pemuda penasaran ini. “Mas, apakah uang adalah segalanya?” tanyanya. “Hmmm… i..iyaaa sih.. karena segalanya butuh uang,” jawabnya agak ragu. “Oke, kalau uang itu segalanya, maukah Anda menukar uang yang saya miliki dengan sesuatu yang Anda miliki? Setuju?” tanya pengusaha ini menantang. “Hmm.. tapi saya tidak punya apa-apa, Pak,” jawab pemuda ini. “Manusia diciptakan sempurna, mereka punya aset hanya mereka tidak sadar akan asetnya sendiri. Ayo kita coba!” tegasnya. “Mas, maukah Anda menukar Rp1 miliar dengan kehilangan penglihatan anda? Jangan jawab sekarang, pikirkan baik-baik. Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kebebasan Anda?” Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kedua kaki Anda? Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kemampuan berpikir Anda? Maukah Anda menukar kesehatan anda dengan uang satu miliar?” “Jika jawabannya ‘TIDAK’ berarti Anda sudah ‘KAYA’,” katanya serius, sambil mengambil sepotong tahu dan melahapnya dengan santai. Si pengusaha melanjutkan, “UANG bukan penyebab. Uang adalah alat tukar. Jika Anda ingin mendapat UANG, Anda harus memiliki alat tukar yang setara, kan begitu prinsipnya? Kalau tangan Anda bernilai satu miliar rupiah, bagaimana Anda akan menggunakan tangan Anda agar bisa menghasilkan manfaat yang bernilai satu miliar? Jika mata anda bernilai satu miliar atau lebih, bagaimana Anda akan memanfaatkan mata Anda untuk melihat, menilai, memantau mengamati segala sesuatu agar dari mata menghasilkan pemikiran yang setara atau lebih dengan nilai satu miliar? Apakah Anda sudah menggunakan tangan, kaki, hidung, mata, kepala, tubuh, hati, perasaan, ekspresi, serta emosi agar potensi yang sangat bernilai ini bisa di tukarkan dengan UANG? Contoh: Irfan Bachdim: menukarkan kemampuan fisik dan skillnya untuk menciptakan gol dengan uang. Ridwan Kamil: menukarkan pengetahuan, ide dan kreativitasnya untuk berkarya dengan uang. Aburizal Bakrie: menukarkan waktu, kemampuan manajerial dan pemasaran untuk sukses dengan uang. Karena UANG adalah AKIBAT! Nikmati proses dalam rangka menukarkan sumberdaya Anda dengan cara riang gembira. “Uang bukan sumber motivasi terbesar buat saya, itu terjadi karena saya menikmati permainannya,” begitu kata miliarder ternama Donald J Trump. Si pemuda termenung memikirkan kata-kata pengusaha ini dengan sangat dalam.. dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah yang disebut kaya itu karena banyaknya harta. Tetapi, sesungguhnya kaya itu ialah kaya jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim). dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sungguh berbahagia orang yang berserah diri dan diberi rizki cukup dan Allah menjadikan ia rela menerima apa yang Allah berikan kepadanya. (HR Muslim). Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (HR Imam Bukhari) Rasulullah SAW bersabda “Kekayaan tidak akan menimbulkan bahaya bagi orang yang bertakwa. Kesehatan bagi orang yang bertakwa lebih baik daripada kekayaan. Dan keadaan jiwa yang baik adalah bahagian daripada nikmat.” (HR Ibnu Majah).

Silahkan kunjungi beliau disini

Iklan