PIALA DUNIA AFRIKA SELATAN GRUP G

Posted on April 8, 2010

1


flogowordcup Menarik untuk kita simak bagaimana kiprahnya tim langganan piala dunia Brasil yang tampil di grup G bersama-sama dengan Korea Urata, Portugal dan Pantai Gading, siapakah yang akan menjadi juara grup Brasil ataukah Portugal?

BRASIL

Pelatih: Carlos Bledorn Verri (Dunga)

Konfederasi: Conmebol
Peringkat FIFA (Des 09): 2
Rekor penampilan: 18 (1930, 1934, 1938, 1950, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006)

SEJARAH

Brasil adalah negara paling sukses dalam sejarah sepakbola dunia. Satu-satunya tim yang tak pernah absen mengikuti Piala Dunia, Brasil juga memegang rekor juara paling banyak selama lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, 2002). Hnaya medali emas Olimpiade yang belum pernah dimenangkan Brasil

JALAN KE AFRIKA SELATAN 2010

Brasil lolos meyakinkan dengan menempati peringkat pertama klasemen kualifikasi zona Conmebol.

KEKUATAN

Tidak seperti Brasil yang dikenal memiliki peragaan sepakbola indah, dua kekuatan utama pasukan Carlos Dunga, bola mati dan serangan balik. Tendangan pojok dan bebas yang biasanya diambil Elano mengarah kepada para bek tengah yang naik membantu serangan. Sementara itu, serangan balik dilancarkan memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Kaka.

KELEMAHAN

Brasil kerap kesulitan menghadapi tim yang bermain defensif. Permainan umpan-umpan pendek mereka tidak tajam atau terlalu cepat untuk membongkarnya. Pertahanan Brasil sangat kuat, tapi lemah di sektor kiri.

PELATIH

Penunjukan Dunga, 2006 silam, disambut kritikan dari media karena kurangnya pengalaman yang dimiliki eks gelandang timnas Brasil itu. Hasilnya, Dunga mampu menjalankan tugas dengan baik. Dunga senang memainkan formasi 4-2-3-1, dengan alternatif 4-3-1-2.

PEMAIN BINTANG

Kaka (Real Madrid)

clip_image001

Pemain andalan Brasil saat ini adalah pemain terbaik mereka. Pemain terbaik dunia 2007 ini akan tampil untuk kali ketiga di Piala Dunia. Tentu Kaka ingin menambah koleksi gelar juara setelah meraihnya 2002 lalu.

Luis Fabiano (Sevilla)

clip_image002

Posisi penyerang utama Brasil sempat diserahkan ke beberapa pemain sebelum akhirnya Dunga memantapkan pilihan kepada Fabiano. Sang pemain menjawab kepercayaan dengan konsistensi permainan, seperti ketika melawan Uruguay pada kualifikasi, dan gelar top-skor Piala Konfederasi 2009.

Julio Cesar (Inter Milan)

clip_image003

Biasanya Brasil rentan di posisi penjaga gawang, tapi kini mereka memiliki kiper sekelas Julio Cesar. Kemungkinan besar kiper Inter ini tampil di tim inti selama Piala Dunia tahun depan, sehingga bisa dipastikan motivasinya melambung tinggi.

MOMEN TERBAIK

Tim Brasil 1970, yang dianggap terbaik sepanjang sejarah sepakbola, memenangi final Piala Duna dengan melibas Italia, 4-1. Untuk ukuran tim sekualitas saat itu, gelar saja belum cukup. Pada gol terakhir di final, Brasil memainkan bola dengan apik sebelum diakhiri dengan umpan manis Pele kepada Carlos Alberto. Sebuah turnamen pun tuntas dengan sempurna.

DI LUAR LAPANGAN

Siapa yang tak kenal dengan karnaval ala Brasil? Pesta selama empat hari berturut-turut yang diisi parade, Samba, dan gadis-gadis molek

TARGET PIALA DUNIA

Brasil tak pernah berangkat ke Piala Dunia tanpa harapan menjuarainya. Tidak ada bedanya dengan 2010.

KOREA UTARA

Pelatih: Kim Jong-hun.

Konfederasi: AFC
Ranking FIFA (Des 09): 91
Rekor Penampilan: 1 (1966)

LATAR BELAKANG

Korea Utara pernah membuat kejutan besar di Piala Dunia 1966. Saat itu, mereka menang 1-0 atas favorit juara Italia di babak grup, yang mengantarkan mereka lolos ke babak gugur hingga akhirnya menembus perempat-final.

Menghadapi Portugal, Korea Utara berhasil mengukir keunggulan 3-0. Akan tetapi Portugal bisa membalikkan kunggulan menjadi 5-3, Sekarang, setelah 44 tahun absen, Korea Utara kembali ambil bagian di Piala Dunia.

JALAN KE AFRIKA SELATAN 2010

Korea Utara melakukan perjalanan yang panjang sebelum akhirnya menyegel satu tiket ke Afrika Selatan. Menang atas Mongolia di kualifikasi babak kedua dengan sistem home and away, Korea Utara bergabung dengan saudara tua mereka, Korea Selatan, Jordania, Turkmenistan, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Dalam pertarungan panjang, Korea Utara akhirnya bisa menempati tempat kedua di babak grup.

KEKUATAN

Sukses Korea Utara menembus Afrika Selatan tak lepas dari solidnya pertahanan mereka. Menggunakan formasi dengan lima pemain belakang menyulitkan tim lain untuk menembus ke jantung pertahanan. Imbas dari formasi ini, Korea Selatan menggunakan strategicounter attack dalam menyerang dan hasilnya cukup produktif

KELEMAHAN

Pemain minim pengalaman internasional. Hal ini menjadi kendala tersendiri. Selain itu materi skuad timnas Korea Utara juga banyak diisi oleh pemain lokal.

PELATIH

Kim Jong-hun memang tak banyak mendapat pengalaman internasional, namun dia dikenal dingin dan tanpa kompromi saat menangani tim. Jong-Hun juga terkenal sebagai pelatih emosional dan dia mengantungi kartu merah lebih banyak daripada pemainnya. Meski demikian, para pemain menaruh hormat penuh padanya.

PEMAIN BINTANG

Jong Tae-se (Kawasaki Frontale)

clip_image001[4]

Oleh media Korea Utara, dia disebut sebagai Wayne Rooney-nya Korea, akan tetapi Tae-Se menilai dirinya sendiri lebih mirip Didier Drogba. Dia dikenal cepat dan tangguh dalam duel udara.

Hong Yong Jo (FC Rostov)

clip_image002[4]

Dia mengendalikan peran penting dalam serangan Korea Selatan. Singkatnya, Yong Jo adalah otak dari serangan timnya.

An Yong Hak (Suwon Bluewings)

clip_image003[4]

Memiliki peran penting sebagai holding midfielder. Dia dikenal pintar membaca alur pertandingan dan memiliki kualitas yang cukup baik dalam memberikan umpan.

MOMEN TERBAIK

Tahun 1966 menjadi momen terbaik Korea Utara, di mana mereka bisa menembus perempat-final Piala Dunia, sekaligus memaksa Italia mendapat lemparan tomat busuk di kampung halamannya.

DI LUAR LAPANGAN

Terkenal dengan: Satu-satunya negara yang memiliki presiden seumur hidup (Kim Il-Sung)

Yang unik lainnya: Tim ini memiliki jumlah pengawal pribadi yang terbilang banyak dibanding tim lain.

TARGET DI PIALA DUNIA

Bisa menyamai prestasi tahun 1966 merupakan hal yang sangat bagus. Tapi, bisa menembus babak kedua sudah menjadi hal yang luar biasa bagi Korea Utara.

PANTAI GADING

Pelatih: Vahid Halihodzic.
Konfederasi: CAF
Ranking FIFA (Des 09): 16
Rekor penampilan: 1 (2006)

LATAR BELAKANG

Pertama kali ambil bagian di Piala Dunia adalah di edisi 2006. Saat itu,Pantai Gading masuk ke grup neraka yang berisi Argentina dan Belanda. Hanya karena minimnya pengalaman internasional yang membuat Pantai gading tersingkir. Sementara faktor lain, seperti teknik bermain dan semangat tim, tak boleh ada yang meragukannya.

Pemain yang tiga tahun lalu masih minim pengalaman kini mekar dengan sempurna. Bersama dengan Ghana, Pantai Gading merupakan salah satu favorit dari Afrika yang diprediksi akan membuat kejutan besar di Piala Dunia 2010.

JALAN KE AFRIKA SELATAN 2010

Berada satu grup dengan Guinea, Burkina Faso dan Malawi, Pantai Gading tampil superior. Mereka melangkah mudah ke Afrika Selatan dengan hasil duel yang meyakinkan.

Setelah mempermalukan Malawi 5-0, Pantai Gading terus tampil ganas sebelum akhirnya mengirim tim kedua mereka untuk melakoni dua partai terakhir melawan Malawi dan Guinea.

KEKUATAN

Amunisi Pantai Gading sampai saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan habis. Pemain baru berkualitas selalu muncul dengan bakat-bakat spesial.

Kekuatan lini depan Pantai Gading juga menjadi kekuatan tersendiri. Didier Drogba dan sejumlah striker lain yang merumput di kompetisi Eropa menjadikan Pantai Gading sebagai tim Afrika dengan barisan penyerang yang berbahaya.

KELEMAHAN

Ego pemain yang terlalu tinggi kerap menjadi bumerang bagi tim ini. Tak jarang terlihat jika terjadi perselisihan dan persaingan yang tidak sehat antarpemain di camp latihan.

PELATIH

Vahid Halilhodzic adalah pelatih Pantai Gading asal Bosnia yang menghabiskan sebagian karir melatihnya di Prancis. Pelatih ini terkenal disiplin dan selalu jujur saat berhadapan dengan media dan pemain.

Saat ini dia memiliki misi penting, yaitu mengantar Pantai Gading menjadi juara Piala Afrika sebelum mendapat restu memimpin tim ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

PEMAIN BINTANG

Didier Drogba (Chelsea)

clip_image001[6]

Drogba adalah fenomena baru di Pantai Gading. Tak hanya memiliki kontribusi untuk timnas, tapi juga hampir di semua bidang kehidupan di negaranya. Drogba dinilai sebagai sebuah simbol, panutan dan duta perdamaian untuk negara yang sempat terancam perang saudara di tahun 2004 ini. Kemampuannya di lapangan hijau sama baiknya dengan kapabilitasnya menjadi duta perdamaian.

Kolo Toure (Manchester City)

clip_image002[6]

Menjadi pemimpin di atas lapangan. Kolo Toure juga diklaim sebagai salah satu orang yang dituakan di timnas Pantai Gading. Performanya sebagai pemain belakang juga sangat bisa diandalkan.

Gervinho (Lille)

clip_image003[6]

Pemain ini mendapat julukan sebagai Lionel Messi-nya Afrika. Bukan tanpa alasan jika julukan itu disematkan padanya, mengingat penampilan pemain belia Lille itu memang cukup kontributif. Menempati posisi gelandang kreatif, Gervinho mengemban tugas penting untuk bisa mengatur serangan, tempo dan jalannya permainan. Sejauh ini, dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

MOMEN TERBAIK

Momen terbaik Pantai Gading terjadi di Piala Afrika 1992 di Senegal, di mana mereka berhasil menjadi juara setelah menundukkan skuad Ghana yang bermaterikan Abedi Pele dan Alain Gouamene. Akan tetapi, sejak saat itu, mereka tak pernah lagi menjadi juara sampai generasi sekarang ini.

DI LUAR LAPANGAN

Terkenal akan: Salah satu penghasil kopi terbesar di Afrika, juga pisang dan buah lain. Pantai Gading juga merupakan produsen coklat terbaik di afrika. Abidjan menjadi pelabuhan terbesar di Afrika Barat.

Yang mungkin terjadi: Membedakan fans Pantai Gading dan Belanda akan sedikit rumit karena kedua tim memiliki warna kebanggaan yang sama, yakni jingga.

TARGET DI PIALA DUNIA

Menembus perempat-final menjadi target yang diusung Pantai Gading di turnamen tahun depan. Namun, dengan komposisi tim yang ada saat ini, Pantai Gading diharapkan bisa melenggang lebih jauh lagi.

PORTUGAL

Pelatih: Carlos Queiroz
Konfederasi: UEFA
Ranking FIFA (Nov 09): 5
Rekor penampilan: 4 (1966, 1986, 2002, 2006)

LATAR BELAKANG

Piala Dunia 2010 akan menjadi Piala Dunia ke lima bagi Portugal. Namun dari empat perhelatan sebelumnya, tak ada pretasi signifikan ditorehkan Seleccao.

Di tahun 1966, Portugal meraih prestasi terbaik di Piala Dunia dengan menempati posisi juara ketiga di Inggris. Namun setelah itu, performa Portugal menurun drastis hingga akhirnya kembali ke Piala Dunia di tahun 1986. Tak ada prestasi mentereng di sini.

Di akhir 90-an dan awal 2000, Portugal mencapai titik prestasi terbaik mereka. Dengan materi pemain top seperti Luis Figo, Rui Costa, Fernando Couto dan Vitor Baia, Portugal tampil bagus, meski tak sampai mengukir gelar. Di Piala Eropa 96 dan 2000, Portugal hanya bisa tampil di perempat-final dan semi-final dan akhirnya ambil bagian di Piala Dunia 2002. Portugal absen di Piala Dunia 1998.

Sejak itu, Portugal terus tampil di ajang bergengsi walau pun dengan susah payah dan tanpa prestasi konkret.

JALAN KE AFRIKA SELATAN 2010

Portugal tampil tak meyakinkan di babak kualifikasi, yang akhirnya memaksa mereka melakoni laga playoff untuk bisa meraih tiket ke Afrika Selatan. Menghadapi Bosnia dan tanpa diperkuat Cristiano Ronaldo, Portugal bisa membalikkan prediksi dengan lolos meyakinkan.

KEKUATAN

Portugal termasuk salah satu tim yang memiliki pertahanan yang tangguh. Bruno Alves, Ricardo Carvalho dan Pepe bisa diandalkan untuk mengamankan zona di depan gawang. Di sektor tengah, Deco memegang kendali dengan bantuan Cristiano Ronaldo dan Simao.

KELEMAHAN

Lini depan Portugal terbilang mandul dalam urusan mencetak gol. Gol bahkan kerap datang dari pemain tengah dan belakang.

PELATIH

Carlos Queiroz memiliki kelebihan dalam hal pengalaman. Dia banyak menimba ilmu dari Alex ferguson di Manchester United dan Portugal beruntung memilikinya. Sebelumnya, Queiroz juga pernah menangani Real Madrid dan timnas Afrika Selatan.

Queiroz dikenal dengan gaya disiplin dan detail. Dia memainkan sepakbola dengan ciri khas Portugal, bermain dinamis dan efektif dengan sedikit gaya Brasil.

PEMAIN BINTANG

Cristiano Ronaldo (Real Madrid, Spain)

clip_image001[8]

Tak perlu lagi memperkenalkan pemain yang sudah terkenal di penjuru dunia ini. Skill bermainnya di atas rata-rata dan memiliki kelebihan dalamdrible dan tendangan kaki kanan.

Ricardo Carvalho (Chelsea, England)

clip_image002[8]

Pemain ini menawarkan soliditas di jantung pertahanan tim yang dibelanya, dalam hal ini Chelsea dan timnas Portugal. Sejauh ini, penampilan Carvalho tidak mengecewakan dan layak menjadi andalan di posisi poros halang.

Raul Meireles (Porto, Portugal)

clip_image003[8]

Melakukan debutnya di tahun 2006, Meireles kini menjadi andalan Portugal di lini tengah. Dia memiliki karakter sebagai gelandang serang, tapi juga mampu beradaptasi dengan baik sebagai holding mildfielder. Kelebihannya ada pada akurasi umpan dan sepakan keras dari luar kotak penalti..

MOMEN TERBAIK

Piala Dunia 1966 menjadi torehan spesial Portugal, di mana mereka mampu mengalahkan dua tim tangguh di era itu, Hongaria dan Brasil. Di akhir kompetisi, Portugal berhasil menjadi juara ketiga.

DI LUAR LAPANGAN

Terkenal dengan: Eusebio, Cristano Ronaldo dan banyak pemain lain yang me-legenda yang bernilai puluhan juta euro. Kota-kota di Portugal juga banyak diwarnai bangunan tua yang eksotik dengan gaya gothic. Makanan khas Portugal juga cukup unik.

Yang mungkin mencuri perhatian: Bir Sagres akan banyak dijumpai di kalangan fans Portugal yang berasal dari semua golongan dan klub, hanya untuk mendukung timnya meraih sukses tertinggi di ajang Piala Dunia 2010, sebelum kembali adu otot di level klub.

TARGET DI PIALA DUNIA

Dengan bermaterikan pemain bertalenta dan berbakat, Portugal diharapkan bisa mengulangi kejayaan di tahun 1966, bahkan jika bisa melampauinya dengan menembus final.

Sumber : http://fifa.com

Digg This
Iklan