EXECUTIVE CLASS AT RODEO INN

Posted on Januari 11, 2010

2


INDONESIA-CORRUPTION/ Terkuat sudah akhirnya semua orang mengetahui dari hasil laporan Sidak Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dilakukan kemarin ke beberapa Rumah Tahanan yang menjadi incaran tim Satgas.

Akhirnya kita mengetahui bahwa ternyata selama ini, rutan yang menjadi penghuni sebagian pelaku tindakan kriminal baik korupsi, narkoba dan sebagainya, mereka mendapat perlakukan khusus dan pelayanan istimewa layaknya sebuah hotel berbintang lima.

Satgas menemukan terdakwa Artalyta Suryani yang merupakan terdakwa kasus korupsi, mendapatkan beberapa pelayanan istimewa di rutan Pondok Bambu Jakarta Timur.

Selain menempati ruangan tahanan khusus yang tersendiri dalam blok tahanan yang lain, ternyata Artalyta juga memiliki ruangan khusus lagi yang terpisah dari ruang tahanan yang lain.

Di ruang khusus ini telah di lengkapi pula dengan ruang AC, ranjang mewah dan beberapa fasilitas lainnya selama berada di ruangan tersebut.

Bahkan saat tim Satgas melakukan sidak pada pukul 19.00 wib malam, terdakwa Artalyta sedang berada di ruangan khusus tersebut bukan di ruangan tahanan.

Beredar kabar bahkan dia berada di ruangan khusus tersebut sedang melakukan perawatan kulit.

Hebat, ternyata rumah tahanan di Indonesia ini bisa menjadi tempat yang paling nyaman dan paling aman bagi para pelaku tindak kejahatan kelas kakap.

Bahkan terdakwa kasus narkoba seperti Aling, juga memiliki ruangan khusus dan pernah melakukan rapat direksi di ruang tahanan khusus tersebut.

Beginikah nasib rumah tahanan di Indonesia?

Sementara para terdakwa lain yang kasusnya lebih ringan, mereka berdesak-desakan dalam satu sel bisa mencapai 10-20 orang dalam ruangan yang serba sempit dan terbatas itu.

Jelas hal ini menimbulkan kecemburuan diantara para narapidana tersebut.

Karena adanya perlakukan istimewa dan pelayanan yang super mewah tersebut.

Di sinyalir, fasilitas mewah di rutan ini, kemungkinan besar hampir ada semuanya di setiap rutan di Indonesia ini.

Entah siapa yang menyiapkannya, tapi yang jelas ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan kinerja aparat hukum kita.

Bisa jadi mereka para narapidana kelas kakap ini, meskipun secara pisik terlihat sebagai seorang tahanan di salah satu rutan, tetapi nyatanya dia bisa bebas melakukan aktifitas kerjanya dari balik jeruji besi dengan layananan yang juga sangat komplit dan istimewa tersebut.

Tim satgas kemarin berhasil melakukan pemeriksaannya kebeberapa tahanan seperti, Artalyta (kasus korupsi), Aling (kasus narkoba),  Darmawati (kasus korupsi), Ines Wulandari (kasus korupsi) dan Eri (kasus korupsi).

Di rutan Pondok Bambu yang merupakan rutan khusus wanita ini, telah juga menjadi satu bukti bahwa rutan yang ada saat ini kemungkinan besar akan memiliki fasilitas yang sama.

Pantas saja para pelaku korupsi seperti tidak merasa kuatir bila akhirnya harus di jebloskan ke penjara, karena walaupun mereka telah di tahan didalam ruangan jeruji, toh pada akhirnya mereka masih bisa berbuat sesuka hatinya dan mendapat pelayanan yang sangat istimewa seperti di sebuah hotel berbintang.

Gila bener mereka itu yah….. tega-teganya meskipun sudah di vonis bersalah, ternyata mereka masih bisa juga mempermainkan hukum ini termasuk aparat di dalamnya, sehingga mereka tetap mendapat fasilitas yang berbeda dengan tahanan yang lain.

Semoga apa yang dilakukan oleh tim Satgas Pemberantasan mafia hukum yang dibentuk langsung oleh Presiden ini, bisa membuka tabir berbagai kelemahan dan kesalahan yang terjadi dalam dunia hukum kita, untuk kemudian kita perbaiki sehingga mafia hukum bisa hilang dari negeri ini.

banner1mpp

Digg This
Iklan