KA’ABAH

Posted on November 17, 2009

0


Ka’abah menurut ajaran agama Islam adalah merupakan tempat yang paling suci di dunia ini disinilah tempat kita untuk beribadah memenuhi panggilan Allah SWT.

banner1mpp

Ka’abah adalah rumah Allah, merupakan salah satu syarat rukun Islam yang wajib kita penuhi sebagai umat manusia yang taat kepada ajaranNya.

Sebentar lagi kita akan merayakan Hari besar umat Islam yaitu Idul Adha. Dan hari Idul Adha adalah identik dengan ibadah Haji dan Qurban.

Kita sebagai umat Islam adalah wajib untuk melakukan ibadah suci menyambut Idul Adha. Salah satunya adalah Qurban

Tetapi inti dari semua ini, adalah memenuhi panggilan Allah agar kita sebagai ummatnya bisa melaksanakan ibadah Haji untuk pergi ke Tanah Suci Mekkah melaksanakan ibadah tersebut.

Lalu apa kaitannya dengan Ka’abah? Ka’abah adalah tempat yang paling suci di dunia ini, tidak sembarang orang dapat memasuki area ini bila bukan sedang musim haji atau bila kita tidak melakukan ummrah.

Seluruh umat muslim di dunia ini akan melaksanakan ibadah haji sekali dalam seumur hidupnya untuk memenuhi ketentuan ajaran agama islam yang telah di turunkan oleh Allah SWT.

Apa dan bagaimana Ka’abah itu?

kaabah

Ka’bah (Arab الكعبة) adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim hajidan umrah.

Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang telah membangun Ka’bah. Beberapa pendapat itu ada yang mengatakan Malaikat, Adam dan Seth. Dimensi struktur bangunan ka’bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitallah.

ka^bah007 Ka’bah yang juga dinamakan Baitul Atiq atau rumah tua adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahimdan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah.

Lingkungan Ka’bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa  Yahudi  serta ajaran

Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalamAl-Qur’an) .

Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad mebebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik                pemerintahan  khalifah  Abu  Bakar,   Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, DinastiAbbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Pada awalnya bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka’bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya.

kabah_interior

Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.

Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehingga ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam ( Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.

Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka’bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.

Sumber : http://id.wikipedia.com

Dari penelitian para ahli di dunia dari berbagai ilmu, telah memberikan satu kesimpulan, bahwa bangunan Kaabah adalah merupakan bangunan yang sangat bersejarah, mempunyai karakteristik yang berbeda dan mereka mengakui bahwa Kaabah adalah satu satu bangunan paling tua yang hingga kini masih tetap ada dan berdiri dengan kokoh.

Inilah mungkin kekuasaan Allah swt, yang kita sebagai ummatnya hanya bisa melihat keagungan bangunan Kaabah ini dan menjadi tempat yang paling suci di dunia.

Kaabah adalah milik umat Islam dimanapun berada. Setiap hati kaum muslimin ingin mendambakan untuk pergi langsung melihat tempat suci ini dan melaksanakan ibadah haji.

masjidil haram Sebagaimana kita ketahui, bahwa letak atau posisi Ka’abah adalah berada di dalam lingkungan sebuah Masjid yang bernama Masjidil Haram

Masjidil Haram adalah tempat untuk kita melaksanakan rangkaian ibadah Haji dan merupakan tempat atau bangunan yang sangat bersejarah dalam perkembangan islam di dunia.

masjidil-haram

Masjidil Haram (bahasa Arab: المسجد الحرام) adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci di Bumi bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji.

Imam Besar masjid ini adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang imam yang merupakan keturunan Banten. Ia dikenal dalam membaca Al Qur’an dengan artikulasi yang jelas dan suara yang merdu

 

Pergi ke Tanah Suci Mekah melaksanakan ibadah Haji adalah wajib hukumnya bagi umat muslim bila telah memenuhi ketentuannya, salah satunya adalah mampu.

Ibadah Haji adalah merupakan ibadah yang paling besar biayanya, paling sulit dilakukan, tidak hanya kesiapan mental saja tapi lebih dari itu kita juga harus siap secara pisik.

Ibadah Haji adalah ibadah yang paling berat yang harus kita jalani oleh setiap muslimin dimanapun berada.

Namun demikian, Allah tidak akan memerintahkan ummatnya tanpa bisa dilakukan, karena itu yakinlah bahwa kita pasti akan dan mampu untuk melaksanakan ibadah Haji ini memenuhi panggilan Allah, meskipun hanya sekali dalam seumur hidup kita.

Ya Rab…penuhilah do’a hambamu ini, agar sepanjang hidup hamba dapat saja sekali pergi ke Tanah Suci Mekah melaksanakan ibadah Haji memenuhi panggilan Mu…Amin

logo PM

This blog support by ;

Post by ;

windows-live-writer-logo

Digg This
Iklan