KISAH NABI SULAIMAN AS

Posted on September 8, 2009

0


Sulaiman adalah salah seorang putra Daud. Di antara para saudaranya, ia nampak paling menonjol.

Dalam usia muda, ia telah memberi saran terhadap ayahnya menyangkut persoalan masyarakat.

Maka dialah yang ditunjuk menjadi raja untuk menggantikan sang ayah. Banyak kisah tentang Sulaiman yang selama berabad-abad terus menjadi misteri ilmu pengetahuan.

Di antaranya adalah kemampuannya untuk berbicara dengan hewan. Disebutkan bahwa suatu saat ia mendengar percakapan semut. Yakni ketika pemimpin semut memberi tahu semut-semut lainnya untuk menghindar agar tidak terinjak-injak Sulaiman dan pasukannya yang akan lewat.

Kekuasaan Sulaiman bahkan disebut mencakup masyarakat jin. Tentu saja ia berkomunikasi dengan baik dengan mereka. Ada satu masa, Sulaiman harus tergusur untuk meninggalkan istana.

Kewibawaannya runtuh. Saat itu, satu jin menyamar menjadi dirinya dan duduk di singgasana. Sulaiman berhasil mengatasi masa sulit itu setelah berdoa. Ia juga disebut mengajak istrinya yang sempat menyembah berhala untuk kembali bertobat.

Kisah paling populer mengenai hubungan Sulaiman dengan binatang adalah menyangkut burung Hudhud. Konon, suatu hari Sulaiman mengumpulkan pasukannya baik manusia, jin maupun binatang. Hudhud terlambat datang.

Ketika Sulaiman menegurnya, burung itu beralasan bahwa dirinya baru ke negeri Saba, yang kini berada di sekitar wilayah Yaman. Hudhud juga mengabarkan bahwa Saba adalah negeri makmur yang diperintah seorang ratu cantik, Bilqis.

Sulaiman menugaskan burung itu untuk membawa surat kepada Bilqis. Isinya seruan untuk takluk dan mengikuti jalan ketuhanan yang ditempuh Sulaiman. Semula Bilqis menolak. Ia pun mengirim utusan yang membawa hadiah bagi Sulaiman. Namun Sulaiman meminta utusan itu membawa kembali hadiahnya.

Penasaran dengan cerita kejayaan kerajaan Sulaiman, Bilqis pun bermaksud mengunjungi kerajaan Bani Israel itu. Mengetahui rencana kunjungan itu, Sulaiman bermaksud membuat kejutan.

Ia membuka sayembara untuk memindahkan singgasana -atau kursi kebesaran-Ratu Bilqis ke istananya. Jin yang disebut bernama Ifrit menawarkan diri melakukan tugas itu. Jin itu dikalahkan manusia.

Seorang alim mampu memindahkan singgasana tersebut dalam sekejap mata. Selama berabad-abad kisah ini dianggap hanya sebagai mukjizat yang tidak dapat dijelaskan secara ilmu pengetahuan.

Sekarang Teori Relativitas Einstein dapat menjelaskan kejadian tersebut: suatu benda atau materi dapat berpindah pada kecepatan cahaya (sekitar 300.000 km/detik yang dapat diartikan sebagai "sekejap mata") dalam wujud enerji.

Jarak ribuan kilometer dan hambatan tembok, misalnya, bisa tak berarti apa-apa bagi enerji itu. Teori ini pula yang menjelaskan fenomena Isra Mi’raj Muhammad yang diperdebatkan bangsa Arab masa itu.

Maka, Bilqis tiba di Istana Sulaiman dengan terkejut. Kemegahan istana tersebut tercermin pada kilau lantainya yang membuat Bilqis terperangah. Ia mengangkat kain panjangnya, menyangka kilau itu adal;ah air.

Di kemudian waktu, Bilqis pun menikah dengan Sulaiman. Ia mengikuti ajaran suaminya serta menyatukan kerajaannya dengan kerajaan Sulaiman. Sulaiman disebutkan menjalani masa tuanya untuk agama.

Quran menyebutkan, Sulaiman meninggal dalam keadaan berdiri bertelekan tongkat. Tak ada satupun jin dan manusia yang mengetahui kematian itu sampai rayap menggerogoti tongkat itu dan Sulaiman tersungkur.

Salah satu peninggalan Sulaiman adalah Masjid Al-Aqsha yang menjadi pusat Jerusalem atau Darussalam yang diperebutkan Palestina dan Israel.

banner125x125

Baca lagi Kisah Nabi Sulaiman As

banner1mpp

Iklan
Ditandai: , ,