SAAT BUMI BERGOYANG

Posted on September 4, 2009

1


Pengalaman yang tak mungkin untuk dilupakan……..

Dikala sore hari pada bulan Ramadhan tahun ini, kami semua sedang asyik dengan kesibukan masing-masing di rumah. Ada yang sedang mempersiapkan untuk berbuka, ada juga yang masih sedang bersantai-santai bersama keluarga menunggu saat untuk berbuka, tapi ada juga yang sibuk dengan pekerjaan keseharian mereka.

banner1mpp

Saat semua terlelap dalam kesibukan dan keasyikan masing-masing, tiba-tiba secara sadar terasa ada sesuatu yang menggoyang bumi ini. Tembok-tembok rumah mulai bergetar akibat getaran yang sangat kuat. Kaca-kaca rumah terus bergemuruh seolah bersiap untuk di pecahkan dengan benda keras yang amat keras.

Lantai rumah terasa bergoyang sangat keras, tubuh seolah tidak berpijak dengan tegak dibumi ini, akibat getaran dan gelombang getaran yang amat kuat sangat terasa oleh setiap insan yang ada dibumi ini.

Inilah saat-saat dimana terjadinya Gempa Tasikmalaya beberapa hari yang lalu. Serasa tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, semua terus berhamburan keluar dari tempat yang tertutup untuk secepatnya pergi ke daerah lapang yang terbuka atau ke pinggir jalan sekalipun.

Tak ada satupun manusia di bumi ini yang bisa menahan betapa besarnya getaran akibat gempa yang dirasakan ini, meskipun pusat dari kejadian berada jauh dari tempat kami berada.

Itulah mungkin gempa yang terbesar yang pernah kami alami selama hidup ini. Semoga tidak pernah mengalaminya lagi.

Tak ada tempat untuk berlindung dari musibah ini selain hanya memohon dan berdoa serta menyebut nama Allah Akbar………. sekuat yang kita mampu, sekuat yang kita bisa.

Disaat seperti inilah semua seolah terhenyak dan secara spontan sebagai umat manusia yang taat beragama, pasti akan menyebut nama Allah dan mengucap Astagfirullah sekuat dan semampu yang kita lakukan.

Selama ini kita hanya bisa melihat penderitaan dari korban bencana alam dimanapun yang pernah terjadi.

Tapi hari itu, kami sendiri yang merasakan, kami sendiri yang harus berjuangan untuk bisa mempertahankan hidup, kami sendiri yang berada dalam dua dunia antara kematian, kecelakaan dan keselamatan.

Tak ada yang berani berbuat, tak ada yang berani untuk berucap selain mengagungkan nama Allah serta mengingat betapa besarnya kuasa Allah terhadap umat manusianya.

Sesaat setelah bumi bergoyang untuk yang pertama kali, tidak lama kemudian disusul kembali dengan guncangan yang masih terasa hingga beberapa kali setelah guncangan yang pertama ini.

Kami semua tak kuasa untuk berada di tempat tertutup, semua orang berhamburan keluar rumah, semua orang berkumpul di tempat terbuka, di pinggir jalan, di gang-gang, di tanah lapang, ditempat-tempat terbuka lainnya yang memungkinkan kita bisa terhindar dari reruntuhan bangunan rumah atau lainnya akibat dari guncangan tersebut.

Semua orang sibuk mencari pertolongan dan meminta bantuan untuk diselamatkan dan menyelamatkan semampu yang kita bisa.

Suasana sangat menegangkan, kami semua memerika kondisi diri sendiri dan juga orang terdekat kami, termasuk keluarga yang menjadi perioritas kami, karena kami sendiri belum tau siapa saja yang selamat terhindar dari musibah dan siapa juga yang bernasib buruk dengan menjadi korban.

Bahkan beberapa saat setelah kejadian, kami sibuk saling memberi kabar, mencari tahu tentang keluarga kami di tempat lain, baik melalui HP atau alat komunikasi lainnya. Sayangnya semua itu adalah usaha yang sia-sia, karena seluruh sarana komunikasi yang ada langsung terputus sulit untuk dipergunakan. Ditambah lagi dengan kondisi listrik yang juga mati total di seluruh kota ini.

kondisi ini sempat membuat kami semua kuatir, karena menurut beberapa sumber yang ada, dan mungkin juga hanya sebuah issu belaka, akan ada terjadi gempa susulan yang lebih besar dari yang pertama ini.

Issue inilah yang akhirnya membuat kami merasa kuatir untuk tinggal di dalam rumah, walaupun rumah kami tidak mengalami musibah yang berarti. Tetapi rasa kuatir itu tetap saja ada, sehingga kamipun harus berjaga-jaga di teras rumah untuk sekedar melepas rasa lelah akibat panik saat terjadi guncangan di sore harinya.

Ternyata inilah yang dirasakan oleh keluarga kita yang terkena musibah seperti di Aceh, atau tempat-tempat lainnya yang pernah mengalami musibah seperti ini.

Hari ini kami merasakan sendiri, hari ini kami mengalamainya langsung betapa besarnya kekuatan gempa yang ditimbulkan ini sehingga membuat kita semua merasa panik dan berusaha untuk mencari selamat dari musibah ini.

Inilah mungkin yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang juga terkena musibah, dimana antara hidup dan mati hanya ditentukan dalam hitungan detik saja.

Disinilah kita semua sadar, kita semua telah mengetahui bahwa kekuasaan Allah bisa berbuat apa saja kepada ummatnya, kapanpun dimanapun. Bila Allah telah berkehendak maka semua itu bisa terjadi.

Disaat kami sedang bersiap untuk berbuka puasa, justru Allah telah memberikan kita sebuah peringatan yang maha dashyat mengirimkan sebuah gempa bumi kepada kita semua, agar kita semua ingat betapa besarnya kekuasaan Allah dan agar kita selalu tetap membesarkan dan mengagungkan Maha Besar Allah…..Allah Akbar…….

banner1mpp

Follow me on Twitter

Digg This
Iklan