KISAH NABI IBRAHIM AS

Posted on Agustus 28, 2009

0


Ibrahim berasal dari Babilonia, salah satu pusat peradaban masa itu selain Mesopotamia, yang kemudian dikenal sebagai wilayah Mausul.

Kawasan itu terletak di antara sungai Efrat dan Tigris/Dajlah yang kini menjadi bagian negara Irak. Penguasa pada masa Ibrahim adalah raja besar, Namrud bin Kusy. Ayah Ibrahim, Azar, adalah pematung istana.

Dialah pembuat arca yang disembah raja dan seluruh rakyat. Ibrahim seorang yang kritis pada masalah ketuhanan. Ia menggugat ayahnya yang menyembah patung buatannya sendiri.

Di masa remaja, Ibrahim menghancurkan patung-patung istana, lalu mengalungkan kapak penghancurnya di leher arca terbesar. Ketika disidang, Ibrahim berkilah bahwa yang menghancurkan arca-arca itu adalah arca terbesar.

Ia minta Namrud untuk bertanya pada arca besar itu. Tentu semua menjelaskan bahwa patung itu tak dapat berbuat apa-apa. Jawaban itu dibalik oleh Ibrahim dengan bertanya, mengapa patung yang tidak dapat berbuat apa-apa harus disembah. Riwayat yang ada menyebut Ibrahim dihukum bakar.

Selama ini semua kalangan meyakini bahwa mukjizat Allah telah menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api itu. Ibrahim lalu hijrah ke Palestina. Perjalanannya dipenuhi dengan proses pencarian Tuhan yang dilukiskan dengan sangat indah oleh Quran.

Ia sempat bertanya pada dirinya sendiri: apakah kerlap-kerlip bintang di langit itu Tuhan? Hal yang dibantahnya sendiri begitu malam berlalu dan bintang itu tenggelam. Hal serupa dipertanyakannya ketika bulan muncul, juga ketika matahari merekah.

Semua itu mengantarkan Ibrahim pada sebuah kesimpulan: Tuhan adalah yang menciptakan semua itu.

Dalam perjalanannya ke Palestina, Ibrahim menikah dengan Sarah -putri Raja Chazan. Setelah tinggal beberapa saat, Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir. Oleh Raja Mesir, mereka dihadiahi pelayan bernama Hajar yang kemudian diajak ke Palestina.

Sarah yang tak kunjung dikaruniai anak, mendesak Ibrahim untuk menikahi Hajar. Selanjutnya Ibrahim bersama Hajar menuju kawasan bukit batu yang gersang yang kini menjadi kota Makkah.

Di sanalah Ibrahim membangun ka’bah, lalu ia kembali ke Palestina meninggalkan Hajar dan anaknya, Ismail. Ibrahim meninggal di Palestina dan dimakamkan di Hebron, Sinai.

Makamnya hingga kini dihormati oleh pemeluk tiga agama, Islam Kristen maupun Yahudi. Ibrahim memang Bapak para nabi yang membawa tiga agama samawi tersebut.

Lebih dari itu, Ibrahim adalah Bapak Monoteisme. Pencariannya terhadap Tuhan telah mengantarkan seluruh umat manusia terhadap prinsip “kemerdekaan” manusia untuk tidak terikat pada apapun kecuali Tuhan.

Maka, Ibrahim adalah satu-satunya Rasul sebelum Muhammad yang umat Islam wajib melakukan ritual untuk menapaktilasinya berupa ibadah haji.

Inilah salah satu perintah Allah yang wajib dijalani oleh kita yang mampu, yaitu beribadah Haji ke Tanah Suci.

Namun ternyata ibadah haji itu bukanlah ibadah yang biasa saja, selain butuh dana yang cukup besar, lebih dari itu juga perlu tenaga, fisik, dan kesehatan yang prima, semua ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sudah siapkah anda untuk melaksanakan ibadah Haji?

banner1mpp

Baca selengkapnya Kisah Nabi Ibrahim As

Iklan