AMALIAH RAMADHAN #1

Posted on Agustus 24, 2009

2


Melihat Hilal

Setiap muslim diperintahkan untuk menegtahui masuknya bulan Ramadhan secara pasti. Ialah dengan melihat masuknya hilal. Hilal ialah bulan tanggal satu yang terlihat di kaki langit seperti alis manusia. Terkadang hilal tidak dapat dilihat dengan mata atau dengan alat teropong karena tertutup oleh awan atau hujan lebat.

Adaun cara lain untuk menegtahui masuknya bulan Ramadhan adalah dengan hisab. Hisab ialah menghitung peredaran bulan dan mengetahui posisi bulan pada tiap awal atau akhir bulan, sehingga dapat diketahui jauh sebelum tibanya awal Ramadhan. Cara hisab lebih mudah daripada cara melihat Hilal.

Tidak mendahului dengan Puasa Sunnat

Puasa Ramadhan tidak boleh didahului dengan melakukan puasa sunnat karena ingin menyambut bulan Ramadhan

Tidak melakukan Puasa Ramadhan pada hari yang masih diragukan

Yang dimaksud hari yang diragukan ialah hari yang belum diketahui apakah masih masuk bulan Syaban atau sudah masuk bulan Ramadhan ketika awal bulan tidak terlihat karena hujan atau awan. Kita dilarang mengawali Ramadhan pada hari semacam itu

Doa ketika melihat Hilal bulan Ramadhan

Dari Thalhah bin Ubaidillah, sesungguhnya bila Naba saw melihat hilal, beliau berdo’a ; “wahai Tuhan yan telah menampakkan awal bulan kepada kami dengan aman dan iman, dengan selamat dan Islam, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, hilal yang benar dan baik.” (HR. Tarmidzi.)

Meniatkan puasa pada malam hari

Setiap orang yang melakukan puasa Ramadhan wajib mendahuluinya dengan niat sebelum datangnya waktu subuh

Anjuran makan sahur

Orang yang berpuasa disunnatkan untuk makan sahur. Makan sahur ini oleh Rasulullah dikatakan sebagai makan yang membawa kebaikan dan keutaman bagi yang melakukannya. Orang yang makan sahur mendapat keuntungan ganda, yaitu kenyang dan mendapat barakah yang akan Allah turunkan kepada dirinya sepanjang hari ia melaksanakan puasan.

Waktu sahur

Waktu sahur yang paling baik adalah menjelang Shubuh, kira-kira sama dengan orang membaca 50 ayat Al-Quran

Sahur dengan kurma

Bahan makana untuk sahur yang paling besar barakahnya dan paling baik adalah buah kurma. Buah kurma tidak hanya baik untuk berbuka, tetapi juga sangat baik untuk sahur

Junub sampai waktu shubuh

Seseorang yang berpuasa yang masih dalam keadaan junub, yaitu belum mandi besar karena janabat sampai waktu shubuh, dinilai sah puasanya. Orang yang berjanabat ini wajib mandi besar sebelum melaksanakan shalat Shubuh, karena orang yang junub tidak sah melakukan shalat tetapi tetap saha meneruskan puasanya.

Mencium isteri saat berpuasa

Mencium atau bercumbu dengan isteri pada waktu berpuasa tidak membatalkan puasa walaupun ketika mencium atan bercumbu itu seseorang mengeluarkan air mani. Demikianlah, puasa orang yang keluar mani bukan karena bersetubuh tidaklah batal.

Mandi keramas saat berpuasa

Orang yang sedang berpuasa diperbolehkan mandi keramas pada pagi hari, siang atau sore hari karena haus atau panas

Meninggalkan ucapan dan perbuatan sia-sia

Orang yang berpuasa tetapi berbohong, membual atau berbicara kotor dan melakkukan perbuatan-perbuatan curang atau berlaku tidak jujur, tidak akan mendapat pahala atas puasanya itu sedikitpun. Puasa yang ia lakukan sama sekali tidak diridlai oleh Allah.

Tidak melayani cercaan orang

Orang yang berpuasa dituntut agar mencegah perbuatan yang tidak terpuji. Orang yang sedang berpuasa tidak boleh melayani pertengkeran atau cercaan orang trhadap dirinya. Bahkan ia diperintahkan oleh agama agar mengatakan kepada lawannya bahwa ia sedang berpuasa.

Segera berbuka

Berpuasa yang ditetapkan oleh Islam bermula sejak tibanya waktu shubuh sampai dengan tibanya waktu Maghrib, bila waktu Maghrib sudah tiba, seseorang yang berpuasa disunnatkan untuk segera berbuka.

Do’a ketika berbuka

Imam Mawawi dalam kitab Al Adzkar menerangkan bahwa doa’doa berbuka puasa tidak ada yang shahih. Doa-doa dalam berbuka puasa dibenarkan oleh Rasulullah SAW untuk diucapkan setiap orang sesuai keinginannya. Tegasnya, lafadz dan bahsa do’a ketika berbuka bebas, boleh dengan bahasa Arab, Indonesia, Sunda dan lainnya. Isi permohonannya pun bebas.

Mendahulukan berbuka dari Shalat Maghrib

Bila tiba saat berbuka puasa, hendaklah orang yang berpuasa mendahulukan berbuka dan makan hibangan yang telah tersedia daripada shalat maghrib. Dalam berbuka tidak boleh tergesa-gesa, tetapi hendaklah makan dengan wajar dan dengan tempo yang wajar pula, sehingga tidak menghabiskan waktu Maghrib

Berbuka dengan kurma

Sebaik-baik makanan yang dimakan ketika berbuka adalah kurma. Jika tidak ada kurma maka hendaklah seseorang memulai berbuka dengan minum air putih, karena air putih menjadi panawar dan sekaligus obat bagi orang yang berpuasa. Karena itu orang yang beruka dengan kurma atau air akan mendapat pahala karena melaksanakan sunnah Rasulullah SAW.

Memperbanyak berdo’a ketika berbuka

Orang yang berbuka puasa mendapatkan janji dari Allah bahwa do’anya pasti diterima. Segala permohonan orang yang berbuka puasa tidak akan disai-siakan oleh Allah, karena itu pada saat berbuka puasa sebaiknya kita memperbanyak do’a, terutama berdoa memohon ampunan kepada Allah seperti yang dilakukan oleh sahabat Abdullah.

Makan dan minum pada siang Ramadhan karena lupa

Pada saat berpuasa adakalanya orang lupa bahwa dirinya sebenarnya sedang berpuasa, lalu makan dan minum. Lupa pada saat berpuasa, sehingga terlanjur makan dan minum bukanlah perbuatan tercela, malainkan suatu rahmat dari Allaj. Karena itu orang yang mengalami hal semacam ini tidak ada kewajiban mengganti puasanya pada hari yang lain.

Berbuka sebelum waktunya

Terkadang terjadi hari mendung atau hujan sehingga siangnya menjadi gelap. Karena gelap dan lamanya suasana mendung atau hujan, sulit orang mengetahui apakah hari itu masih siang atau sudah tiba waktu Maghrib. Hal semacam ini pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Seperti yang dialami oleh Asma binti Abu Bakar, setelah berbuka ternyata hujan atau mendung reda dan langit menjadi cerah sert amatahari muncul kembali. Peristiwa ini oleh Rasulullah tidak dinyatakan membatalkan puasa, karena puasanya tetap sah.

Pahala menyediakan makanan berbuka

Seserorang yang memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang sedang berpuasa akan mendapat pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa yang diberinya makanan itu sedangkan pahala orang yang berpuasa itu sendiri tidak berkurang sedikitpun.

Melatih anak-anak berpuasa

Melatih anak-anak untuk berpuasa merupakan usaha para sahabat itu sendiri dan Nabi tidak pernah menyuruh mereka untuk melakukan hal itu. Perbuatan para sahabat yang dibiarkan oleh Rasulullah saw termasuk taksis Nabi saw. Artinya Nabi mengakui perbuatan tersebut sebagai hal yang dibenarkan oleh agama

Larangan menyambung puasa

Ada tradisi di tengah masyarakat melakukan puasa tiga hari berturut-turut atau seminggu berturut-turut tanpa mau berbuka atau sahur. Perbuatan semacam ini dilarang dalam Islam.

Menghidupkan malam Ramadhan dengan Shalat

Pada malam-malam bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk melakukan shalat pada malam harinya. Inilah yang disebut dengan qiyamu lailatur Ramadhan.

Larangan meninggalkan puasa Ramadhan

Seseorang yang dibenarkan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan telah ditetapkan oleh agama. Mereka itu adalah orang-orang yang sedang sakit, sedang bepergian jauh, lanjut usia, sedang hamil, sedang menyusui, menderita penyakit-penyakit menahun dan sedang haidl atau nifas. Golongan orang tersebut boleh tidak berpuasa, bahkan ada yang tidak sah puasanya kalau mereka berpuasa, yaitu wanita yang nifas atau haidhl.

Tidak sah wanita haidl berpuasa

Wanita yang mengalami haidl pada bulan Ramadhan tidak boleh berpuasa. Akan tetapi diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain. Adapun shalat wajib yang ditinggalkan selama masa haidl tidak wajib diganti pada hari-hari yang lain.

Kelonggoran bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan adanya penjelasan dari pada sahabat bahwa yang dikategorikan sebagai orang-orang yang tidak sanggup berpuasa adalah wanita hamil dan menyusui bila mereka takut dirinya dan bayinya akan mengalami bahaya.

Kelonggoran bagi orang lanjut usia untuk tidak berpuasa

Orang lanjut usia yang tidak lagi sanggup untuk melakukan puasa Ramadhan boleh tidak berpuasa. Sebagai ganti dit tidak berpuasa ialah member makan seorang miskin sesuai dengan jumlah yang ia makan sehari-harinya.

Kelonggoran bagi orang sakit menahun untuk tidak berpuasa

Orang yang sakit tetapi dapat diharapkan kesembuhannya wajib mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalknya itu pad ahari-hari lain. Begitu juga orang-orang yang mengadakan perjalanan ketika bulan Ramadhan mereka wajib mengganti puasa yang ditinggalkan itu pada hai lain. Akan tetapi bila menderita penyakit menahun dan berbahaya untuk berpuasa, maka ia boleh tidak berpuasa dan sebagai gantinya ialah mambayar fidyah seperti yang dilakukan oleh wanita hamil dan menyusui.

Larangan memaksakan diri berpuasa

Seseorang yang tengah bepergian atau menderita sakit pada bulan Ramadhan tetapi memaksalan dirinya untuk terus berpuasa, sedangkan ia tidak kuat melakukannya, berarti telah beruat durhaka kepada Allah dan Rasulullah. Mamaksakan diri adalah suatu perbuatan dhalim yang merupakan dosa. Karena itu seseorang yang tidak boleh memaksakan diri untuk terus berpuasa yang akibatnya buruk bagi kesehatan dirinya.

banner1mpp

klik donwload file Download

Digg This
Iklan
Ditandai: , ,