BOLEHKAH ADA RASA CEMBURU?

Posted on Juli 29, 2009

0


love Kata orang cemburu pada saat pacaran itu adalah pertanda kalo pasangan kita sangat menyukai dan menyayangi kita dan itu wajar pada saat kita sedang berpacaran pasti selalu ada timbul rasa cemburu diantara pasangan kita

banner125x125

banner1mpp

Tapi itulah semua keindahan dalam menjalin hubungan asmara, yang pasti kita semua pernah mengalaminya, saya, anda dan semuanya.

Kata orang kalo saat pacaran terus pasangan kita tidak ada rasa cemburu terhadap pasangannya, itu pertanda kalo dia tidak seratus persen menyukai kita.

Kata orang cemburu adalah bumbunya sebuah jalinan asmara, ibarat sayur tanpa garam, kali pacaran tidak ada rasa saling cemburu ga rame lah…..heheheheh…..

Tapi sekarang setelah sekian lama hidup bersama rasa cemburu itu tetap saja meskipun dengan makna yang berbeda.

Yah kalo dulu orang berpacaran terus ada cemburu, pasti itu karana kita tidak ingin pasangan kita menjadi milik orang lain.

Kita ingin bahwa pacar kita ini adalah hanya milik kita, tidak boleh ada orang lain yang mendekati bahkan menyukai sekalipun.

Cemburunya orang berpacaran terkadang juga disebabkan karena hal-hal sepele yang mungkin saja itu hanya sebuah ketidak sengajaan dari pasangan kita.

Terkadang ada juga cemburu yang tidak jelas juntrungannya dari mana, pokoknya pacar kita secara tiba-tiba merasa cemburu dengan sikap dan perilaku kita selama pacaran

Itu kadang sering terjadi pada orang-orang yang sedang menjalin persahabatan atau sedang berpacaran, seperti anak muda sekarang.

Lalu bagaimana dengan yang sudah berumah tangga atau sudah menata hidup lebih baik bersama isteri dan anak.

Ternyata rasa cemburu itu tetap saja ada. Baik cemburu isteri terhadap suami yang terlalu sibuk bekerja, cemburu suami terhadap isteri yang terlalu dekat dengan anak-anak, cemburu seorang anak kepada orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja sehingga tidak punya waktu bersama anak-anaknya.

Semua ini didasari karena adanya sikap cemburu dalam kondisi rumah tangga atau dalam kondisi dimana kita telah memiliki kehidupan yang berbeda pada saat kita berpacaran dulu.

Walaupun setelah hidup bersama dan memiliki anak, rasa cemburu itu tetap saja harus ada, kalo dulu sebagai bumbunya berpacaran, maka sekarang sebagai bumbunya berumah tangga.

Tentunya rasa cemburu ini juga sudah memiliki makna yang berbeda dengan saat kita berpacaran. Tapi tetap saja itu adalah sebuah sikap dari pasangan hidup kita yang mau tidak mau akan selalu hadir dalam hati kita.

Si anak cemburu karena kita sebagi orang tua tidak punya waktu untuk menemani mereka pergi ke sekolah, atau hanya untuk melihat latihan tari dalam kegaitan eskul, atau hanya sekedar bermain di halaman rumah dikala sore hari sambil menunggu makan malam tiba.

Ini sebuah kenyataan yang harus kita hadapi, dan ternyata memiliki rasa cemburu itu adalah hal yang wajar dan bahkan sudah merupakan karunia dari Allah SWT kepada kita sebagai umat manusia ciptaannya.

Coba kita bayangkan kalo pada saat kita berpacaran tidak ada rasa cemburu, pastinya kita tidak akan bisa hidup bersama sampai hari ini apalagi sampai memiliki keturunan.

Bahkan menurut para ustad seorang Isteri Nabi Muhammad SAW pun beliau masih ada rasa cemburu terhadap Nabi.

Jadi kalo gitu sikap cemburu itu sudah ada dari sono nya….dan kita kita bisa menghilangkan perasaan tersebut, karena itu sudah karunia dari Allah SWT.

Ibaratnya Allah sudah menciptakan kita lengkap dengan semua rasa dan perasaan termasuk rasa cemburu tadi.

Sayangnya kita tidak bisa request kepada Sang Pencipta untuk tidak memberikan rasa cemburu pada tubuh dan jiwa kita.

Jadi memiliki sikap cemburu dalam kehidupan ini adalah wajar, demikian juga dengan kasus pasangan no urut pertama yang sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah konsitusi atas hasil Pemilu Presiden kemarin, sehingga tidak hadir pada rapat pleno di KPU.

Itu karena pasangan no urut satu cemburu terhadap pemenang yang berhasil menjadi pemenang pemilu dan hanya satu putaran.

Itu namanya kalo dalam cemburu politik, tapi bukan demikian nyatanya……

Singkatnya memiliki rasa cemburu dalam diri kita itu adalah wajar dan bahkan harus tetap ada sampai maut memanggil kita.

Kalo kita tidak memiliki rasa cemburu terhadap isteri kita, maka itu sesuatu yang tidak wajar. Demikian juga bila pacar kita tidak memiliki rasa cemburu terhadap kita, maka pasti dia tidak sepenuh hati menyayangi kita.

Lalu bagaimana dengan anda, pernahkah mencemburui pasangan anda? Atau pernahkan anda dicemburui oleh pasangan anda?

banner1mpp

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: ibsn