SALE PISANG GO INTERNASIONAL

Posted on Juni 29, 2009

1


Dalam hati ada rasa bangga juga jadi orang Ciamis, walaupun saya bukan asli kelahiran ciamis, tapi karena sudah lama menetap dan tinggal di ciamis, rasanya ciamis sudah jadi kebanggan tersendiri bagi mang.

Tadi mang liat ada berita, kalo ternyata saat ini di ciamis ada pengrajin makanan ringan yang sudah bisa tembus pasaran ekpor. Ini pasti sesuatu yang membanggakan, bukan hanya bagi perusahaannya saja, tapi juga kita sebagai orang ciamis sebagai penduduknya.

Alhamdulillah ternyata ada juga orang ciamis yang bisa bermain secara internasional, dan membawa ciri khas daerah ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Sale pisang yang merupakan makanan ringan khas indonesia, ternyata sudah bukan lagi milik orang indonesia, tapi sudah pula digemari oleh orang lain dari berbagai negara di dunia.

Salah satunya produksi sale pisang dari perusahaan Suka Senang, yang sudah bisa tembus pasaran ekpor hingga ke beberapa negara, seperti Jepang, Hongkong, Kanada, Thailand dan beberap anegara lainnya.

Semua ini merupakan buah hasil kerja keras dari pemilik perusahaan untuk secara konsisten mengangkat derajat makanan khas tradisional ke tingkat yang lebih baik dan lebih dikenal di masyarakat.

Sale pisang suka senang, telah membuktikan, dengan melakukan berbagai terobosan inovasi rasa mengikuti perkembangan dan trend saat kini, sehingga akhirnya produk sale ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen.

Bermodal tekad dan keinginan yang tinggi untuk memasarkan produk makanan tradisional inilah, maka akhirnya sale pisang bisa juga di kenal di mancanegara.

Nah sekarang tinggal bagaiman peran dari Pemerintah daerah sendiri untuk terus mendukung dan memberikan bantuan kepada para pengrajin tradisional agar bisa lebih berkembang dan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga bisa melakukan ekspor ke mancanegera.

Inilah sebenarnya yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah khusus Pemda Kabupaten Ciamis. Potensi ini bisa mendatangkan aset bagi daerah. Permasalahannya, apakah pemerintah sendiri sudah mengerti dan paham cara melakukan bisnis secara internasional?

Atau justru pemerintah malah lebih mementingkang para pengusaha yang sudah sukses seperti suksa senang ini, tapi melupakan para pengusaha kecil lainnya, yang banyak di Kabupaten Ciamis ini.

Potensi-potensi inilah yang sebenarnya harus terus digali dan dicari, bahkan bila perlu pemerintah harus terjun langsung untuk mengangkat derajat para pengrajin tradisional ini.

Kesempatan sudah ada, peluang sudah terbuka lebar, tinggal bagaimana pemerintah daerah mendorong para pengrajin untuk meningkatkan kualitas dan memperbaiki mutu sesuai standar internasional dan bisa melakukan ekspor ke luar negeri.

Tidak hanya itu saja, perlu ada regulasi dan peraturan yang lebih memihak kepada para pengrajin, serta adanya dukungan dari para penyandang dana, ataulembaga perbankan yang lebih loyal untuk memberikan kredit usaha khusus bagi pengusaha kecil dan pengrajin seperti ini.

Berikut petikan berita dari harian kompas yang membahas soal Sale pisang Ciamis sudah tembus pasaran internasional….

JAKARTA, KOMPAS.com – Keripik pisang dan sale pisang dari Ciamis. Jawa Barat yang diproduksi secara tradisional oleh pengrajin makanan ringan dalam beberapa tahun terakhir telah mampu menembus pasar luar negeri.

“Usaha makanan ringan yang kami tekuni telah diekspor dengan volume sekitar dua ton per bulan,” ujar Anggraeni (37), kepala pemasaran keripik pisang dan sale keripik “Suka Senang” dari Ciamis di arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK), kemarin.

Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan di JFK 2009 dengan menempati stan Jawa Barat itu telah mengisi pasar Kanada, kemudian Hongkong, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.

Dalam sebulan terakhir pisang yang diolah menjadi keripik dari bahan baku pisang siem dengan tujuh rasa dan sale pisang dengan lima rasa itu juga diminati oleh pasar Jepang dengan permintaan kebutuhan dua ton per minggu.

“Namun kami masih belum menyatakan kesanggupan untuk memenuhi permintaan dua ton per minggu karena kami memiliki kendala produksi dan harus memenuhi permintaan pasar yang ada,” katanya.

Dewasa ini usaha rumah tangga yang ditekuni sejak tahun 1996 itu memiliki kapasitas produksi sekitar 400 kg per hari itu telah mempunyai pasar dalam negeri yakni Jawa Barat, Jakarta, Jambi, Medan, Surabaya, Purwokerto dan Manado.

Nunung Nurhayati (42), kepala pemasaran keripik pisang dan sale keripik “Suka Senang” mengatakan usaha makanan ringan itu banyak melibatkan pekerja terutama para ibu rumah tangga yang bekerja sampingan dengan pola bapak angkat.

“Sedikitnya 100 tenaga pengrajin untuk melakukan pengambilan pisang, seleksi pisang, pengirisan, penjemuran dan pemotongan pisang,” ujarnya.

Lalu pisang-pisang yang berasal dari Ciamis dan Banjar, Jawa Barat itu disetor kepada ketua kelompok binaan masing-masing yang dikirim ke perusahaan “Suka Senang” sebagai bapak angkat.

Perusahaan yang pernah meraih penghargaan “Parama Karya” dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2007 sebagai salah satu UKM terbaik di tanah air itu pada arena JFK kembali menawarkan produknya kepada para pengunjung, katanya.

Sebanyak 12 jenis rasa produk pisang yang ditawarkan pada pengunjung dikemas dalam dua ukuran yakni 250 gram dan 500 gram dengan harga masing-masing Rp 15.000 dan Rp 25.000 per satuan.

Iklan