KATANYA SIH INI DANA PEMILU

Posted on April 8, 2009

1


logo-pemilu-1.jpgJauh hari sebelum pelaksanaan pemilu yang sudah dalam hitungan jam ini akan dilaksanakan, pada saat rapat pleno KPU, telah menetapkan besar dana untuk pelaksanaan pemilu, dan yang menjadiperhatian adalah pada dana operasional dan dana kesejahteraan petugas KPPS di lapangan.

Pada saat itu, setelah selesai rapat, salah satu anggota KPU telah menyampaikan kepada wartawan, bahwa untuk pelaksanaan pemilu kali ini, ada sedikit kenaikan biaya operasional dan uang kehormatan yang akan diterima oleh KPPS di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan oleh KPU, mengingat untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga yang mungkin akan terjadi pada saat pemilu atau selama tahun 2009 ini, sehingga wajar bila hal ini juga perlu untuk diperhatikan dengan memberikan biaya operasional yang lebih besar lagi.

Nah, pada hari Senin tanggal 6 April 2009 lalu, KPPS 14 Kelurahan Ciamis telah menerima dana operasional untuk pelaksanaan pemilu dan hasilnya adalah sebagai berikut ;

  1. Honorarium Ketua,anggota KPPS dan Linmas Rp. 1.733.750
  2. Kelengkapan TPS (sewa tenda,dll) Rp. 280.000
  3. ATK Rp. 120.000
  4. Konsumsi  Rp. 180.000
  5. Total 2.313.750

Hanya sebesar itu dana yang diterima, tidak kurang dan tidak lebih. Mungkin kalo boleh di bilang kurang, angka terakhirnya Rp. 50,- tidak dihitung karena tidak ada uang kembaliannya…….

Hanya segitu Bos tidak ada lagi…. dan tidak akan pernah bisa tambah lagi…. cukup sudah, kalo cukup bagus, kalo kurang…. yah kacian deh loe……. sapa suruh mo jadi anggota KPPS………

Ok…. sekarang mari kita rinci lagi…..

Biaya untuk makan, anggaran hanya 180.000, tidak kurang tidak lebih titik

Anggota KPPS ada 7 orang di tambah Linmas (Hansip – red) 2 orang, jadi jumlah ada 9 orang. Tolong di hitung biaya segitu apa bisa untuk makan 2-3 kali, serta memenuhi kebutuhan seperti minum, kopi, dll….. coba tolong di hitung apa biaya segitu cukup untuk makan 9 orang?

Antisipasinya…… semua anggota KPPS dan Hansip, membawa makan masing-masing dari rumah, termasuk untuk kebutuhan seperti kopi, rokok,kue, manisan atau apa yang ada di rumah, dibawah masing-masing. Jadi nanti pas istirahat siang baru kita buka makanan masing-masing terus kita makan bersama, persis seperti anak TK…. itu antisipasinya……..

Itu baru dari satu sektor saja, sekarang kita lanjut ke masalah kelengkapan TPS, anggarannya 280.000

Mohon kepada pemilik persewaan tenda atau sebangsanya, apa dengan biaya segini cukup untuk menyewa tenda dengan ukuran 4×6 mtr, tolong apa dana ini cukup?

Nah, katanya KPU sudah memperhitungkan dana operasional ini yang disesuikan dengan kenaikan harga yang bakalan terjadi, tapi nyatanya…. sama sekali tidak ada perubahan…..

Uang kehormatan bagi anggota KPPS semua dikenakan potongan pajak 5%-10% sesuai PPh psl 21. Sehingga uang kehormatan bagi anggota yang seharusnya 200.000 setelah di potong pajak hanya menerima 190.000 saja. Sedangkan untuk ketua dari 225.000 setelah di potong pajak jadi hanya 213.000 saja.

Yang jadi pertanyaan, apa emang betul uang ini harus dikenakan pajak sesuai PPh psl 21? Terus uang hasil pemotongan itu dikemanakan dan untuk siapa? Apakah PPh psl 21 ini juga sudah melihat kenyataan dilapangan atau hanya prediksi dari para ahli hukum dan perundang-undangan saja, sehingga mereka akhirnya memutuskan harus dikenakan semua potongan pajak ini tanpa kecuali.

Untung uang kehormatannya 200.000 coba kalo hanya 100.000 setelah di potong pajak jadi hanya terima 90.000 dan pekerjaan bisa sampai lebih dari 24 jam, belum lagi harus menerima komplin dari warga, belum lagi harus menghadapi pekerjaan yang begitu banyak, harus sampai malam, bahkan ada yang rela sampai harus menahan sakit supaya kegiatan ini tetap berjalan lancar.

Ada yang bilang yah ikhlas aja …. emang sih ikhlas, tapi masalahnya bukan karena ikhlas ga ikhlas, karena kalo sudah begini kita pasti terima aja, berapapun yang kita dapatkan, tapi ini menyangkut masalah kurangnya perhatian dari pengambil kebijakan bahwa sebenarnya pelaksana yang langsung berhadapan dengan warg harus juga di perhatikan.

Mungkin karen kami ini adalah hanya warga biasa, bukan pns atau yang lainnya, maka pada akhirnya kami hanya mendapat embel-embel terima lah ini semua dengan ikhlas dan dimohon pengabdiannya untuk negara demi tugas negara dan demi untuk menyukseskan acara nasional ini.

Busyet dah…. kami hanya di iming-imingi seperti itu, berarti tenaga kami ini sangat kecil, tidak ada artinya, jadi mungkin pemerintah berharap agar petugas TPS ini semuaya adalah dari pns atau pegawai pemerintah, sehingga kalo mereka yang bekerja bisa diarahkan agar mereka mau menerima apapun kondisinya karena menyangkut kondite pekerjaan.

Karena itu, kalo saja ada caleg atau saksi dari partai atau dari DPD, yang protes terhadap hasil yang diperoleh di TPS, maka dengan senang hati kami akan menyerahkan semua tugas di TPS ini oleh saksi dan caleg….. biar mereka tau rasa gimana susahnya kami ini…..

Nah buat para caleg juga, jangan merasa anda saat ini sedang berjuangan untuk membela kepentingan rakyat…. padahal setelah anda terpilih nanti, jangan melihat tersenyum saja pada saat berpapasan di jalan, pasti tidak akan anda lakukan….. seolah-olah anda tidak kenal lagi dengan para pendukung anda…..

Katanya sih ini adalah hajatan lima tahun sekali, pesta demokrasi, pestanya bangsa ini, tapi apa iya seperti ini kenyataannya…..

Katanya sih ini adalah pemilu…..

Katanya sih pelaksananya adalah KPU……

Katanya sih ada perubahan untuk pelaksanaan pemilu……

Katanya sih ada perbaikan untuk pemilu ini……

Katanya sih….. capeee ddehhhhhhhhhhh!!!!!!!!

Iklan
Posted in: Berita Pemilu