KAMPANYE YANG SEPI…SEPI…DAN TIDAK MENARIK….

Posted on Maret 21, 2009

0


Masa kampanye pemilu 2009 ini yang baru dimulai beberapa hari ini, terasa tidak begitu meriah seperti pada pemilu sebelumnya. Walau sudah berjalan 5 hari ini, tapi tetap saja antusias masyarakat terhadap kampanye ini biasa-biasa saja

Ini dibuktikan dengan tidak adanya aktifitas kampanye terutama di daerah yang mendapat perhatian dari masyarakat.

Kalo kata kang Dadang, tukang ojek saja sekarang mengeluh, karena tidak ada borongan dari partai untuk ikut kampanye. Ini berbeda pada pemilu sebelumnya tahun 2004 lalu, dimana para tukang ojek bisa memperoleh tambahan penghasilan dari peserta pemilu yang sedang berkampanye mencapai 50ribu sekali kampanye……

Itulah memang kondisi realita yang ada di Indonesia terutama dalam hal pemilu dan kampanye ini.

Selain itu dalam masa kampanye sekarang ini, sepertinya semuanya serba menakutkan, atau memang dibuat menakutkan oleh sebagian orang atau sekelompok orang.

Sehingga hal ini membuat masyarakat jadi kuatir kalo harus keluar rumah, karena mereka takut ketemu dengan rombongan peserta kampanye.

Banyak kejadian yang mungkin disebabkan oleh sikap dari para konstestan sendiri, yang membuat masyarakat jadi antipati terhadap peserta kampanye tersebut.

Sehingga pada akhirnya hal ini membuat suasana selama masa kampanye ini terasa lebih sepi dari biasanya. aktifitas ekonomi juga sedikit terganggu, bahkan boleh dibilang pasar sedang off dulu, menunggu masa kampanye selesai.

Hal ini ditambah lagi dengan adanya imbaudan dari pihak keamanan yang mulai mempertegas setiap ijin kegiatan yang diselenggarakan baik oleh instansi, swasta maupun hanya sekedar tingkat RT semata.

Untuk acara memperingati Hari besar Islam seperti Maulud Nadi, saja perlu mendap[at rekomendasi kegiatan dari tingkat yang lebih tinggi lagi, sampai ke tingkat desa dan kecamatan.

PAdahal dulu-dulunya tidak seperti ini, asal ada laporan kegiatan ke tingkat desa, maka acara sudah bisa diselenggarakan.

Secara nasional saja sudah ada korban kegiatan yang harus diberhentikan untuk sementara sampai acara kampanye dan pemilu selesai dilaksanakan.

Yah, apalagi kalo bukan ajang kompetisi sepakbola Nasional kita. Sekarang sedang off dulu sampai seluruh kegiatan kampenye selesai dilakukan.

Ini berdampak pula terhadap masing-masing tim, karena tentnunya mereka harus menjaga performence para pemainnya agar tetap prima menghadapi kompetisi yang begitu ketat ini.

Kompetisi Liga Sepakbola di Indonesia, sudah masuk dalam daftar kompetisi yang terpanjang dan terlama di dunia.

Kalo dinegara lkain kompetisi sepakbola nasional mereka ataupun profesional, dilakukan selama 6 bulan penuh, maka di Indonesia kompetisi sepakbola bisa berjalan lebih dari 1 tahun, bahkan 2 tahun musim kompetisi.

Apakah betul kegiatan kampanye pemilu di Indonesia ini sangat menakutkan dan menyeramkan bagi masyarakat?

Atau, apakah ini hanya sikap dari pemerintah dan aparat yang terlalu membesar-besarkan masalah, yang semuanya sebetulnya hanyalah bersifat kekuatiran saja, kalo-kalo terjadi sesuatu………

Bila melihat hal seperti ini, jelas semuanya hanya bersifat kekuatiran saja, takut kecolongan yerjadi musibah yang mengakibat ge-ger negeri ini.

Sehingga pada akhirnya semua bersikap protektif terhadap berbagai masalah atau indikasi keramaian di setiap sudut kota dan pelosok negeri ini.

Semua kegiatan di masyarakat yang melibatkan orang banyak dan dianggap mengandung unsur yang bisa menimbulkan keributan, maka semuanya ijin kegiatannya dilarang alias tidak diberi ijin selama masa kampanye hingga pemilu nanti.

Meskipun itu adalah acara turnamen adu Gapleh di pos Ronda, dan membuat kelompok orang lebih dari 5 orang berkumpul bersama, maka kegiatan itu harus dibubarkan dan dihentikan.

Kecuali mungkin kalo ada orang yang meninggal malam hari dan kita sebgai tetangga harus ikut berjaga di rumah duka dengan berkumpul bersama warga lain membantu keluarga korban bila diperlukan, mungkin ini tidak akan dibubarkan, karena memang acaranya berkumpul dalam rangka duka seseorang.

Khusus untuk acara pengajianpun hanya bolehsampai jam 10 malem. Mungkin nanti akan ada larangan juga untuk warnet tidak boleh buka lebih dari jam 10 malem.

Jadi kalo ada yang lagi main internet di warnet dan melebihi dari jam 10 malem, maka harus segera di tutup dan orang yang main harus segera dipulangkan.

Termasuk bus malam juga tidak boleh ada yang beroperasi lebihd ari jam 10 malam. Jadi mereka harus segera merubah jadwal keberangkatan busnya, supaya tidak sampai jam 10 malem.

Padahal waktu pengalaman pemilu 2004 lalu, hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Malah mungkin kejadian-kejadian yang muncul pada saat masa tenang setelah kampanye aadlaah hanya sikap kekuatiran dari lawan partai atas tindakan atau upaya melakukan kampanyte terselubung dari seseorang yang memang dia tidak punya maksud untuk melakukan itu semua.

Hanya kekuatiran saja, tidak lebih. Bahkan selama masa kampanye pun, berbagai pelanggaran yang terjadi baik oleh partai maupun simpatisannya, tetap saja tidak bisa ditindak oleh aparat setempat, karema memang mereka tidak punya wewenang untuk itu semua.

Jadi jelas ini semua menunjukkan sikap kekuatiran yang berlebihan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Seolah-olah kampanye di Indonesia ini sangat menakutkan dan perlu ditangani secara serius oleh semua pihak.

Dan dampaknya masyarakat juga akan terkena. Mereka tidak bebas lalgi melakukan aktifitas di malam hari, atau bahkan sekedar untuk bepergian ke tempat-tempat hiburan.

Pastinya keramian itu hanya terjadi di kota-kota bsear saja. Kalo di daerah mungkin hanya di tingkat kabupaten saja yang daerahnya sudah lebih maju dari daerah lain.

Mungkin beginilah kalo di Indonesia, karena kalo tidak seperti sekarang ini, pastinya tidak akan ada dana yang mengalir dari pemerintah untuk mengantisipasi kegiatan pesta demokrasi ini.

Selamat masyarakat Indonesia ini masih bisa dipersulit, buat apa harus dipermudah…….selamat kondisi ini tidak ada yang protes…ngapain juga harus di rubah systemnya……..

Semua nyata, ini hanya ada di Indonesia………..

Iklan
Ditandai: , ,