KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS

Posted on Februari 12, 2009

0


DSC00346Baru hari ini, di daerah mang, yang termasuk wilayah kecamatan Ciamis, menerima tabung gas yang merupakan program pemerintah tentang konversi minyak tanah ke gas.Baru hari ini, diwilayah kecamatan Ciamis, mendapatkan tabung gas ukuran 3 kg, yang merupakan program konversi minyak tanah ke gas diberikan kepada warga.

Walaupun dalam tahap ini, baru tabung gas saja yang diberikan, peralatan kompor serta regulator dan selang gas, belum diberikan, mungkin sekitar satu minggu dari sekarang, itu kata petugas dari Desa.

Jadi program ini belum sepenuhnya dapat dipergunakan oleh masyarakat, karena sekarang masyarakat baru meneri tabung gas saja, belum lengkap dengan kompornya.

Meskipun untuk ini, pihak Desa telah membebani warga melalui RW, untuk melakukan pungutan sebesar Rp. 5.000,- per KK yang menerima, sebagai ganti ongkos angkut barang dari desa ke wilayah penerima tabung gas.

Timbul pertanyaan, kalo begitu, nanti pada saat pembagian kompor, akan juga dikenakan beban biaya sebagai pengganti ongkos angkut dari desa ke wilayah penerima.

Apakah memang demikian, apakah memang dari pemerintah pusat menyalurkan program ini secara bertahap, dan setiap tahapan dibebankan kepada warga sebagai pengganti ongkos angkut?

Ga tau lah…..pokoknya kemarin atas instruksi pa RW yang juga atas perintah dari aparat Desa, telah meminta biaya tambahan untuk ongkos kirim dari desa ke wilayah penerima.

Program konversi ini, bagi wilayah Kecamatan Ciamis, terbilang sangat lambat, karena beberapa daerah di kecamatan lain, sudah menerima lengkap tabung gas, dan kompornya sejak dua bulan yang lalu.

Nah, inilah satu lagi kenyataan yang ada di negeri ini, bahwa apa yang disampaikan oleh para pemimpin negeri, tidak akan langsung serta merta di sampaikan hingga ke daerah-daerah.

Buktinya soal konversi minyak tanah ke gas ini, yang secara resmi sudah diluncurkan sejak pertengahan tahun lalu, tapi bagi Kabupaten Ciamis, khususnya wilayak kecamatan Ciamis, baru hari ini menerimanya. Itupun tidak komplit semua.

Artinya ada tenggang sekitar 6 bulan lebih, dari apa yang disampaikan oleh pemeritanh pusat hingga sampai ke daerah.

Secara geografis, kabupaten Ciamis terletak di daerah perbatasan antara jawa tengah dan jawa barat. Jaraka dari kota Ciamis ke Jakarta sekitar 300km, mungkin lebih mungkin kurang.

Singkatnya kabupaten Ciamis, masih berada di pulau jawa, di jawa barat, kalo dari Ciamis menuju jakarta saja dengan kendaraan pribadi bisa ditempuh hanya 6 jam perjalanan.

Tapi kenyataannya, distribusi tabung gas yang merupakan program dari konversi yang diluncurkan oleh pemerintah, baru sampai di daerah kami sekitar 6 bulan kemudian.

Ini daerah yang masih terletak di pulau jawa, lalu bagaimana dengan daerah yang berada diluar pulau jawa? Bisa jadi saat pemilihan presiden nanti, belum setengahnya penduduk indonesia menerima tabung gas.

Inilah kenyataan yang ada di Indonesia, sekali lagi, ini semua bukan karena kesalahan siap-siap, tapi karena panjang dan berliku-likunya jalur birokrasi di negeri ini.

Karena para pengambil kebijakan di negeri ini berpendapat, selama masih bisa dipersulit buat apa dipermudah. Selama jalur birokrasi ini masih bisa dibuat semakin panjang, buat apa dibuat semakin pendek.

tabanasbannernew copy

banner warnet

Iklan
Posted in: Kabupaten Ciamis