KAMPANYE DILARANG MELIBATKAN ANAK-ANAK

Posted on Februari 11, 2009

2


logo-pemiluBerdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPU melalui UU no 10 tahun 2008 pasal 84 ayat 2 huruf (k), bahwa seluruh peserta pemilu dilarang melibatkan yang tidak mempunyai hak pilih atau anak-anak dalam setiap kegiatan kampanye.Ketentuan ini berlaku untuk seluruh parpol peserta pemilu dan termasuk juga para caleg didalmnya. Karena itu kampanye apapun bentuknya dengan melibatkan anak-anak sebagai peserta kampanye, adalah dilarang.

KPU dalam hal ini juga harus dapat berlaku adil serta tegas menindak berbagai tindakan pelanggaran selama masa kampanye, termasuk dalam ketentuan tentang anak-anak sebagai peserta kampanye.

KPU harus berani bertindak, meskipun itu adalah partai besar yang mempunyai kekuatan masa cukup besar pula.

Tetapi tindakan KPU ini, belumlah cukup kalo tidak disertai dengan pemahaman yang cukup dari para kontestan itu sendiri, terutama para pendukung atau simpatisan yang fanatik.

Terkadang sering kita jumpai para simpatisan suatu partai yang akan menghadiri kamkapnye terbuka, mengajak serta anak dan keluarganya dalam kampanye tersebut.

Hal ini jelas melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. KPU seharusnya juga membuat undang-undang untuk masyarakat luas, bahwa selama masa kampanye apapun bentuknya mereka dilarang membawa peserta kampanye yang belum mempunyai hak pilih atau anak-anak.

Jadi seharusnya undang-undang ini bukan hanya untuk parpol peserta pemilu saja, tapi juga untuk masyarakat yang baik sengaja ataupun tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanyenya.

Ini berdasarkan pengalaman mang sewaktu bertugas menjadi Panwaslu tingkat kecamatan tahun 2004 lalu.

Banyak warga masyarakat para simaptisan suatu partai, yang mengajak anggota keluarga atau juga anak-anak dalam kegiatan kampanyenya.

banyak juga anak-anak yang sengaja di dandani atribut parpol, sehingga mereka layaknya seorang dewasa yang sedang berkampanye.

Disini jelah terlihat, kalo ketentuan tentang anak-anak dalam kampanye ini baru berlaku untuk parpol peserta pemilu saja, bukan untuk warga masyarakat sebagai simpatisannya.

Demikian juga dalam setiap iklan layanan masyarakat atau iklan parpol, juga dilarang melibatkan anak-anak sebagai objek bidikan kameranya.

Hal inilah memang yang perlu kita ketahui bersama sebagai warga masyarakat yang mempunyai hak untuk memilih. Kita juga punyai tanggungjawab moral kepada anak-anak kita, bahwa proses pendewasaan mereka terutama dalam pengenalan tentang politik di negeri ini, ada masa waktunya.

Biarkanlah anak-anak berkembang dengan sendirinya, tanpa kita sisipin berbagai hal tentang urusan orang dewasa, apalagi masalah politik yang memang rumit dan ngejelimet buat kita orang Indonesia.

Kampanye damai, kampanye tanpa melibatkan anak-anak, dan kampanye yang bersaing secara sehat serta mendidik.

Pemilu 2009

Iklan
Posted in: Berita Pemilu