BAGAI KACANG LUPA KULITNYA TERNYATA ADA

Posted on Januari 10, 2009

8


Pepatah yang mengatakan “Bagai kacang yang lupa kulitnya” adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan atau sikap seseorang yang terlalu sombong sehingga melupakan asal usulnya atau lata belakangnya.Kalo Asal ga boleh Usul, kalo Usul ga boleh Asal-asalan……..

He…he…itu sih ga nyambung yah…… kembali ke soal Kacang yang lupa ama kulitnya………

Peribahasa ini memang ternyata berlaku juga dalam kehidupan sehari-hari kita.

Banyak orang yang sudah melupakan asal usulnya karena keberhasilan mereka saat ini.

Contoh yang mudah diingat di negeri ini adalah para pelaku politisi negeri kita. Mereka diawalnya selalu menjanjikan sesuatu, tetapi setelah berhasil, mereka terkadang lupa dengan janji-janjinya.

Tapi ini lain masalahnya, ada juga orang yang melupakan jatidiri sebenarnya, karena mungkin aslinya mereka berasal dari kalangan keluarga tidak mampu.

Contoh yang terakhir ini banyak terdapat disekitar kita. Banyak orang yang melupakan siapa dia sebenarnya, berasal ari mana dia sebenarnya, sehingga mereka tidak lagi hormat dan respeck terhadap keberadaan para leluhurnya.

Nama di kampungnya Siti, tapi setelah merantau ke kota dan berhasil, langsung ganti nama jadi Novi, dan mulai melupakan asalnya. Atau paling tidak menutup-nutupi jatidiri sebenarnya, karena takut ketahuan oleh orang lain.

Ada juga orang yang karena pertemanan, kemudian diajak untuk bekerja, dan menimba ilmu sama-sama dalam pekerjaan, sehingga akhirnya dia memiliki kemampuan dan ketrampilan yang berlebih.

Akhirnya dia menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam kariernya, tapi mulai melupakan siapa yang pertama kali mengajak dia untuk bekerja. Kalo saja dulu dia tidak diajak bekerja oleh temannya, mungkin saat ini hidupnya masih saja miskin.

Itulah, bagai kacang lupa kulitnya……

Jadi memang benar pepatah tersebut adalah nyata ada dalam kehidupan kita sehari-hari bahkan berada di sekitar kita didalam lingkungan kita sendiri.

Pernahkah anda melihat orang seperti itu di lingkungan anda? Atau anda anggap seseoarang telah sesuai dengan kriteria pepatah tersebut?

Bagai Kacang Lupa Kulitnya……….

Saat ini sudah semakin jarang orang berprilaku seperti ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.

Semakin berilmu, justru seharusnya membuat orang itu semakin mengenal lingkungannya tempat dia berada, dan semakin mengenal juga siapa dia sebenarnya.

Inilah yang seharusnya kita instrospeksi diri terhadap kita sendiri, benarkah kita sudah melupakan asal usul kita, siapa kita sebenarnya, dari mana kita berasal.

Walalu bagaimanapun juga, seberapa hebatnya kita saat ini, seberapa suksesnya kita saat ini, dan seberapa kayanya kita saat ini, semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa ada yang melakukan sebelumnya.

Pastinya adalah orang tua kita, leluhur kita, sesepuh keluarga kita, tempat dimana kita dilahirkan, sahabat-sahabat masa kecil kita yang dulunya tanpa kita sadari telah membuat kita seperti saat ini.

Jadi dengan kita selalu bersyukur atas apa yang telah kita peroleh saat ini dan apa yang telah membuat ini semua terjadi, maka diharapkan kita akan selalu mengingat siapa kita sebenarnya, dari mana kita sebenarnya.

Iklan
Ditandai: ,
Posted in: ibsn, menulis