18 TAHUN PENJARA TUK MAJIKAN NIRMALA

Posted on November 28, 2008

1


Akhirnya sudah sekian lama menanti keputusan peradilan negara Malaysia, kemarin majikan dari TKW Indonesia Nirmala Bonat resmi telah ditetapkan hukuman penjara selama 18 tahun oleh pengadilan Malaysia.

Walaupun cukup lama proses peradilannya, tetapi ini tentu saja membuat pihak Nirmala Bonat yang menjadi korban dari penyiksaan majikan tersebut, merasakan kegembiraan atas jatuhnya hukuman tersebut.

Ini mungkin adalah peristiwa yang langka di Malaysia. Karena dengan adanya hukuman bagi majikan atau pelaku tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikan, mungkin adalah yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

Padahal masih banyak korban kekerasan dari majikan oleh para TKW Indonesia ini, tapi semuanya lepas dari jeratan hukum Malaysia.

Kasus Nirmala memang beda. Karena dampak dari kasus ini ternyata membawa pengaruh juga terhadap kondisi politik negara jiran itu. Karena dalam kasus ini, pihak yang peduli terhadap hak azasi manusia dan kekerasan dalam pekerjaan ikut berbicara dan semua pemberitaannya sangat memojokan pemerintah Malaysia.

Mungkin karena kebakaran jenggot inilah, maka akhirnya digelar pengadilan untuk kasus Nirmala ini. Kalo saja waktu itu kasusnya tidak terungkap oleh media di malaysia dan juga media di Asia lainnya, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi.

Sebetulnya masih banyak korban lainnya yang saat ini belum jelas status hukum bagi mereka. Paling banter mereka hanya dipulangkan dengan alasan ketidakmampuan dalam bekerja, tapi kondisi yang sudah sangat parah akibat penyiksaan dari majikannya.

Belum lagi para TKW yang meninggal dengan tidak jelas dan tidak ada keterangan yang dapat membuktikan sebab-sebab kematiannya. Kasus kematian TKW ini juga banyak, dan sampai hari ini semuanya tidak jelas hukumannya.

Baik bagi majikannya, maupun pihak aparat setempat yang tidak bisa memberikan keterangan pasti tentang penyebab kematian tersebut.

Dalam surat keterangan kematianpun hanya dicantumkan kecelakaan akibat bekerja. Cukup hanya keterangan selembar kertas, yang ditanda tangani oleh aparat setempat, tidak disertai oleh majikannya.

Berbeda dengan kasus di Amerika Serikat, begitu adanya kasus kecelakaan kerja atau penganiayaan oleh majikan kepada buruh atau TKW asal Indonesia, langsung aparat setempat bertindak.

Menahan pelakunya, memprosesnya dengan hukum dan dalam hitungan kurang dari 2 tahun sudah dijatuhi hukuman bagi majikan pelaku penganiyaan tersebut.

Hal seperti ini tidak terjadi di Malaysia. Kalo saja kasus Nirmala ini tidak menyebar luas sampai keluar dari negara Malaysia, mungkin vonis hukuman 18 tahun penjara untuk majikannya, tidak akan pernah ada.

Ini semua membuktikan, bahwa di Malaysia itu, semuanya masih serba tertutup, semuanya masih tidak jelas dan semuanya masih dikontrol langsung oleh pemerintah pusat.

Kalo dipikir lagi, sebenarnya pemerintah Malaysia harus berterima kasih kepada bangsa Indonesia. Karena pembangunan Malaysia yang maju saat ini, salah satunya adalah menggunakan tenaga buruh dari Indonesia.

Mereka membutuhkan kita untuk tenaga buruh, tapi mereka juga memperlakukan kita dengan tidak manusiawi.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena selain banyaknya TKW asal Indonesia ini, semua ini dapat mendatangkan devisi bagi negara, selain tentunya pemerintah juga belum siap untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk kaum buruh di Indonesia.

Sehingga akhirnya pemerintah Indonesiapun hanya bisa membuat peraturan yang membatasi hak-hak dari TKW serta pengaturan peroleh devisi bagi negara saja. Kalo sudah lebih dari itu, maka sudah menjadi urusan antara dua negara melalui jalus diplomasi politik yang membutuhkan waktu berlarut-larut.

Berkaca dari kasus Nirmala Bonat ini, seharusnya ini bisa menjadi titik cerah bagi para TKW, agar dimasa yang akan datang bila mereka mengalami tindak kekerasan oleh majikannya, maka meraka harus berani untuk melaporkan kepada pihak setempat atau dapat menghubungi perwakilan negara Indonesia di Malaysia.

Selama mereka bekerja dengan benar, dalam posisi yang juga tidak salah, maka seharusnya ini bisa ditindak lanjuti oleh proses hukum.

Kita berharap, agar seluruh TKW yang sedang bekerja diluar negeri sana, dimanapun, semoga mereka dapat bekerja dengan baik, dalam kondisi sehat, dapat dipenuhi semua hak-haknya, dan pulang kembali ke Indonesia, berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Amin.

Semoga juga dengan dihukumnya majikan dari Nirmala Bonat selama 18 tahun penjara, dapat membuat efek jera bagi para majikan yang suka melakukan tindak kekerasan kepada buruh dan tidak lagi terjadi kekerasan buruh dimanapun mereka bekerja.

Iklan
Posted in: menulis