IBSN: OKIE CERAIKAN PASHA

Posted on November 26, 2008

2


Masalah perceraian di kalangan rumah tangga artis, selalu saja ada, dan menjadi pembicaraan banyak orang, bukan saja oleh penggemarnya tapi juga masyarakat luas ikut berbicara masalah ini.

Saat ini yang tengah heboh dan menjadi topik pembicaraan gosip artis Indonesia, adalah gugatan cerai Okie kepada Pasha vokalis grup band Ungu.

Bukan masalah perceraian yang menjadi pembicaraannya, tapi mengapa semua ini bisa terjadi. Adakah pihak ketiga sebagai akar dari permasalahan rumah tangga mereka.

Kita harus maklum, ketenaran artis saat ini sudah melebihi dari ketenaran seorang Kyai atau ulama bahkan juga Presiden. Artis selalu menjadi idola bagi penggemarnya, dan sosok artis juga terkadang bisa menjadi inpirasi buat pecinta setiapnya.

Karena itu adalah wajar kalo mereka mengerjakan suatu proyek “istilah mereka” dan bersama-sama dengan artis cantik atau model ternama, pasti selalu diisukan ada hubungan khusus diantara mereka.

Tapi kalo melihat dari kasus perceraian antara Okie dan Pasha ini, apakah memang ini masalah utama mereka sehingga Okie nekad menceraikan Pasha meskipun Okie saat ini sedang hamil 5 bulan.

Dalam hal ini mang berbicara bukan sebagai penggemar dari Pasha atau grup band Ungu, meskipun ada beberapa lagunya yang mang suka. Tapi mang lebih fokus kepada masalah perceraian itu sendiri.

Semudah itukah mereka mengucapkan kata-kata cerai dalam menyelesaikan rumah tangga mereka.

Apapun masalah yang mereka hadapi, seberapa besarnya problem yang mereka hadapi, tetap saja perceraian bukannya jalan yang terbaik.

Walaupun mereka selalu berdalih, mungkin ini adalah jalan terbaik bagi mereka. Tapi itu merupakan satu kondisi salah jalan yang tidak seharusnya diambil oleh mereka.

Seperti kata Ustad Jefry, bahwa pernikahan adalah karunia Allah yang harus kita syukuri, tapi perceraian adalah sepenuhnya perbuatan manusia, karena hanya manusialah yang dapat menentukan jalanya biduk rumah tangga kita.

Meskipun perceraian tidak dilarang oleh agama, karena menurut Islam sendiri, perceraian adalah sesuatu yang halal tapi tidak disukai oleh Allah SWT.

Artinya juga adalah bahwa perceraian itu terjadi karena ulah manusia itu sendiri, dan adalah tidak bijaksana bila setiap permasalahan rumah tangga yang dihadapi, harus diakhiri dengan perceraian.

Belajar dari kasus perceraian antara Okie dan Pasha, meskipun belum final, ternyata kedua belah pihak masih saling menyayangi dan mencintai, lalu apa dong yang membuat Okie keukeuh nekad ingin menceraikan Pasha.

Kita sebagai masyarakat atau juga penggemarnya, tidak akan pernah tahu apa permasalahan yang mereka hadapi, karena masalah mereka hanya mereka yang dapat menyelesaikannya.

Tapi bukan dengan jalan perceraian. Karena walau bagaimanapun perceraian akan membawa dampak negatif terhadap perkembangan anak-anak mereka.

Apakah kita sebagai orang tua, tega melakukan perceraian hanya untuk kepentingan mereka saja, tapi mengorbankan kebahagiaan anak-anak kita.

Anak merupakan titipan Allah – itu kata Aa Gym loh – yang sepatutnya kita jaga, kita pelihara, kita besarkan dengan penuh tanggungjawab dan memberikan mereka modal yang benar untuk mengarungi kehidupan kelak.

Tapi kalo sejak semasa kanak-kanak, mereka sudah menerima problematik orang tuanya yang harus bercerai, sehingga membawa pengaruh terhadap perkembangan mental dimasa yang akan datang, bagaimana tanggungjawab kita sebagai orang tua?

Apalagi kasus Okie menceraikan Pasha ini, adalah pada saat Okie sedang hamil 5 bulan. Apakah dia tidak berpikir panjang terhadap perkembangan janinnya? Karena usia lima bulan janin sudah mempunyai nyawa.

Ditanya oleh wartawan infotaiment, apakah mereka masih saling mencintai, maka dengan kompak mereka menjawab bahwa masing-masing masih saling mencintai dan menyayangi.

Kalo begitu kenapa juga mereka harus bercerai dong?

Kadang ga habis pikir, katanya masih mencintai tapi tetap saja ingin menceraikan, apakah mungkin menurut mereka perceraian itu adalah sesuatu yang menyenangkan.

Kasus perceraian antara Okie dan Pasha ini juga membawa dampak bagi keluarga mereka masing-masing. Pihak keluarga juga sangat menyayangkan kalo perceraian ini sampai terjadi, mereka berusaha keras agar supaya perceraian ini tidak terjadi, dan mengembalikan rumah tangga mereka kembali utuh.

Pihak keluarga sudah tidak setuju dengan perceraian mereka, baik dari keluarga Pasha maupun keluarga Okie, lalu apakah Okie masih tetap juga ingin menceraikan Pasha?

Mungkin sebagai wanita, ada masalah yang tidak bisa diterima oleh Okie sehingga membuat dia sudah sangat sakit hati dan memutuskan untuk menceraikan Pasha.

Apakah keputusan Okie untuk menceraikan Pasha ini sudah mempertimbangkan dengan benar? Dengan hati yang murni, dan juga sudah memperhitungkan dampaknya bagi anak-anak?

Mas Helmi Yahya, dulu pernah hampir bercerai dengan Isterinya, tapi karena pertimbangan anak-anak dan juga desakan dari mereka sebagai anak, maka akhirnya perceraian tersebut batal dan keluarga mereka kembali utuh dan bahagia.

Apakah Okie juga sudah memikirkan hal tersebut. Apakah mereka tega melakukan keinginan mereka sementara mengorbankan kebahagiaan anak-anak?

Apappun yang terjadi, kita hanya bisa berharap dan berdoa, agar perceraian mereka tidak terjadi dan rumah tangga mereka kembali utuh dan bahagian.

Perceraian bukanlah jalan terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan problematik rumah tangga, masih banyak cara yang lebih menyenangkan untuk menyelesaikan masalah tanpa harus melalui perceraian.

Perceraian bukanlah jalan yang diberikan oleh Allah kepada kita, tapi itu sebuah cermin agar kita bisa lebih meningkatkan ibadah kita sehingga dalam membina rumah tangga bisa tetap rukun, damai dan bahagia sampai akhir hayat.

Kita sebagai umat Allah juga jangan membiasakan dalam setiap menyelesaikan permasalahan rumah tangga harus diakhir dengan perceraian, karena bukan itu yang diinginkan oleh Allah SWT.

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: menulis