MASAK YOK MASAK…..

Posted on November 4, 2008

4


Memasak sudah bukan lagi hanya milik kaum wanita saja sebagai ahlinya, walaupun sudah kodratnya seorang wanita harus bisa memasak. Tapi di jaman sekarang ini seorang lelaki juga dituntut untuk bisa memasak, paling masakan untuk dimakan oleh sendiri.

Coba kita perhatikan, para juru masak di hotel-hotel atau di restoran besar, hampir semuanya adalah lelaki. Sudah begitu pada penjaja makanan kelilig, seperti nasi goreng, atau mereka yang membuka warung di pinggir jalan, yang memasak masakannya semua adalah lelaki.

Jadi bisa memasak bagi lelaki bukanlah sesuatu yang diharamkan oleh agama. Apalagi kalo anda pernah tinggal di Pesantren, pasti untuk urusan makan, semuanya di serahkan kepada santri-santrinya sesuai kelompoknya, santri wanita dan santri laki.

Jadi memang sudah ada dari sononya kalo lelaki juga bisa masak, dan sebetulnya kalo kata mang sih, para suami harus juga bisa memasak masakan yang enak dan lezat untuk dapat dinikmati bersama keluarga.

Yah..kita tidak pernah tahu kan, kalo seandainya isteri kita sakit, sehingga tidak bisa melakukan aktifitas di rumah seperti biasanya, terus si bibi juga sedang pulang kampung, lalu untuk urusan masak bagaimana dong?

Emang sih, sudah banyak sekarang ini restoran siap saji, tinggal kita telpon, pesan makanannya, dan satu jam kemudian sudah datang ke rumah kita, siap deh kita untuk makan.

Tapi kan tidak mungkin setiap hari kita seperti itu, kalo pas kantong lagi tebel mungkin ga masalah, tapi kalo udah akhir bulan, belum bayar cicilan, dan keperluan lainnya, tentunya untuk urusan masak dan makan akan lebih mudah kalo kita masak dari bahan-bahan yang ada di rumah.

Mang tidak menganjurkan semua lelaki harus bisa masak lho….tapi setidaknya lelaki juga harus sekali-kali turun ke dapur mengenal bumbu, dari cara masak yang mudah dan praktis sehingga bisa kita lakukan kapan saja.

Kata om Rudi Choirrudin, memasak itu adalah suatu kegiatan yang menyenangkan, mengasyikan sekaligus menghibur juga. Selain itu bisa menambah wawasan dan pengalaman kita tentang berbagai resep masakan dan kuliner dari daerah lain.

Sekali-kali kita para suami harus juga mengenal pasar jangan hanya mengandalkan supermarket saja. Karena belanja di pasar tradisional lebih mengasyikan di banding kita belanja di supermarket. Suasana pasar tradisional jauh lebih alami dan kita sangat menyatu antara pembeli dengan pedagang. Hal ini tidak akan pernah kita temukan di supermarket modern saat ini.

Memang secara aturan tidak tertulis, para suami atau lelaki tidak ada kewajiban untuk bisa memasak. Lain lagi kalo ini dilakukan karena hobi dan profesi, pastinya kita harus mengenal baik berbagai teknik memasak yang menghasilkan citra masakan lezat, nikmat.

Tapi kayaknya akan seru juga, kalo tiba-tiba suami sudah menyiapkan masakan untuk makan siang, sehingga pas anak-anak pada pulang sekolah, dan isteri tidak menegtahui kalo semua ini sudah disiapkan oleh suami. Pastinya ini menjadi suatu kejutan tersendiri yang membahagiakan buat keluarga.

Duh…kayak biro konsultasi keluarga aja nih….he…he…he…tapi boleh di coba deh oleh para suami.

Menyenangkan isteri dan anak bukan hanya memberi nafkah yang halal dan barokah saja, tapi bisa juga kita lakukan sesuatu yang nyata dengan membuat mereka senang menerimanya karena masakan yang disajikan adalah hasil kerja kita yang udah bersusah payah ini.

Tuh, liat mang aja bisa masak, walau ga agli pisan sih….Nasi Goreng buatan mang enak lho……duuhhhhh promosi ni yeee……..

DSC00845

DSC00846

Foto : Mang sedang masak melayani pembeli yang ingin nasi goreng buatan mang……ayo siapa yang mau…segera pesan Hubungi Kantin Annissa, ingin punya resep rahasia nasi goreng ala mang, ketik REG NASGOR kirim ke 9666, di jamin puas dan nikmat……………….

Iklan
Posted in: annissa