MAS…PULANG KERJA JAM BERAPA?

Posted on November 1, 2008

0


Sedikit mo kasih pengalaman sewaktu mang dulu job training di salah satu hotel berbintang ternama di Jakarta. Program job training ini adalah merupakan program kuliah dari salah satu perguruan tinggi perhotelan di Bandung.

Pertama kali job training, mang kebetulan mendapat tempat di hotel berbintang klas internasional, job training dilakukan selama satu semester atau enam bulan full.

Untuk pertama kalinya juga job training pertama ini mang mendapat venue di salah satu diskotik ternama di hotel tersebut. Tempat hiburan ini sangat ramai, setiap hari buka dari pukul 9 malam sampai pukul 3 pagi hari, atau kalo malam minggu bisa sampai jam 4 subuh.

Jadi pertama kali job training ini, mang kebagian venue di diskotik yang selalu bekerja di malam hari.

Wah repot banget deh….karena mungkin ga terbiasa kali ya. Selama 3 hari pertama, mang masih penyesuaian kondisi dan mengenal area diskotik serta mempelajari set menu dan mix drink yang biasa dibuat disana.

Kalo sudah yang namanya diskotik, pasti tidak jauh dari barang haram, seperti alkohol. Karena mang dulu kuliah di perhotelan jurusan manajeman restoran, maka mang harus juga mengenal yang namanya minuman beralkohol. Karena ini ada mata pelajarannya di kampus.

Dulu mang hapal lebih dari 100 jenis minuman beralkohol, dari mulai bahan-bahannya, cara membuatnya sampai kepada jenis gelas yang cocok digunakan untuk minuman tersebut.

Minggu pertama mang job training, oleh manajer diskotik, mang disuruh bekerja di bagian backbar area, atau dapur cocktail, yang posisinya tidak terlihat oleh tamu.

Disinilah seluruh pesanan tamu dibuat dan oleh waiter pula pesanan tersebut diantar kepada tamunya. Pada bagian ini juga merupakan tempat untuk clean up atau biasa disebut juga tempat membersihkan bekas minuman dari tamu.

Jadi selain melayani pesanan minuman oleh waiter, juga harus bisa untuk membersihkan, merapihkan dan menyusun kembali semua keperluan untuk bartender dengan benar dan sesuai pada tempatnya.

Repot juga sih….tapi setelah 3 hari baru mulai terbiasa dengan suasana kerja tersebut, sampai akhirnya sudah mulai terbiasa dengan tempat kerja tersebut.

Sewaktu-waktu menajer restoran langsung menyuruh mang untuk membuatkan minuman pesanannya, terus dia coba, baru deh dia kasih penilaian dari kerja mang itu. Lumayan juga manajernya baik, selama job training disana mang dapat nilai A.

Setelah hampir 3 minggu, mang bekerja di backbar tadi, oleh manajer mang dipercaya untuk bekerja di frontbar, atau bar yang langsung berhadapan dengan tamu-tamu diskotik.

Wow…ini dia saat yang di tunggu-tunggu, mang bisa mejeng didepan tamu, sambil melayani tamu-tamu pesan minuman juga bisa liat-liat cewe cantik, maklumlah kan waktu itu mang masih kuliah, jadi masih seneng liat yang manis-manis and cantik-cantik giouoooooo….he…he…he….

Yang bikin senang lagi, kalo di frontbar ini, mang bisa lihat live music yang ditampilkan dari home band asal Philipina, penyanyinya cantik-cantik, dan mereka bukan cantik karena makeup aja, tapi aslinya memang cantik kok…he…he..he…

Jadi, sambil melayani pesanan minuman, bisa sambil dengerin musik dan bisa sambil jingkrak-jingkrak sama seperti tamu-tamu lain. Seru dan asyikkkkkk………………..

Kebetulan malam itu diskotik tidak terlalu ramai, karena memang bukan malam minggu, dan pas akhir bulan kalo ga salah….

Sekitar jam 11 malem, datang tamu, sendirian, terus dia pilih tempat duduk, dibagian tengah langsung berhadapan dengan panggung band. Tapi ga lama setelah dia pesan, terus dia pindah duduknya di meja bar tempat mang kerja.

Sebagai bartender yang baik, maka mang harus menyapa tamu tersebut, dan mengajak sedikit berbicara sambil tidak lupa untuk menawarkan kembali minumannya kalo sudah terlihat mulai kosong.

Tamu ini adalah perempuan, bukan lelaki, tetapi penampilannya agak santai, dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai, mengenakan celana jean merek levis yang waktu itu sangat mahal, terus bajunya pake seperti kemeja yang ada renda-rendanya, mang ga tau apa namanya, dan terakhir dia pake jaket kulit warna coklat tua.

Pokoknya penampilannya sekilas tidak seperti perempuan deh…..kalo dilihat dari belakang, tapi padahal dia memang asli perempuan lho…he..he…he…

Tanpa terasa home band sudah tampil untuk session ketiga, dimana session ini adalah closing band, karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi hari.

Tamu mang itu, ternyata juga sudah menghabis sekitar 3 botol bir hitam dan satu porsi kentang goreng. Wow ternyata nih tamu minumnya ok juga, terus bir hitam lagi, bukan bir biasa…..

Sambil mang bekerja melayani pesanan tamu lainnya, ternyata tamu wanita ini juga selalu memperhatikan mang, dan mang selalu ajak dia berbicara tapi tidak obrolan yang berat, sekedar pembicaraan biasa aja.

Setelah dia menghabiskan botol yang ketiga, terus dia memanggil mang, minta bon pembayarannya. Setelah mang kasihkan kepada wanita tersebut, sebelum dia membayar, dia menanyakan sesuatu pada mang, mas kamu pulang kerja jam berapa? Kalo boleh saya minta ditemenin dong buat jalan-jalan pake mobil saya…….

Edan……mang kaget setengah mati, dan pada akhirnya mang takut sendiri, bisa-bisanya perempuan yang minta diajak untuk ditemenin sama mang.

Sungguh, malam itu mang dengan sedikit berbasa-basa menolak dengan halus permintaan tamu mang tersebut, dengan alasan kalo mang besok pagi harus pulang ke bandung karena besok bagian off kerja.

Kalo saja pada waktu itu, mang tidak kontrol diri, pasti mang terima ajakan perempuan tersebut. Untung mang masih memiliki sedikit kesadaran dan menolak permintaan tamu tersebut.

Yah, memang ga tau bakal seperti apa jadinya, karena mang sendiri kan blom tau siap wanita ini, apa orang baik-baik atau ada niat jahat, atau hanya sekedar memang ingin untuk ditemani saja.

Beruntung mang tidak menerima ajakan wanita tersebut, karena memang mang tidak ingin menimbulkan masalah pada saat mang sedang job training ini.

Mungkin Allah masih berbaik hati dengan menegur mang, dan membuat mang dalam kondisi sadar sepenuhnya, sehingga mang bisa menolak permintaan tamu tersebut.

Cerita mang ini, memang mungkin pernah dialami oleh para bartender dimanapun berada. Pada akhirnya hal ini tergantung dari sikap kita sendiri, bekerja secara profesional tapi bukan berarti harus mengorbankan diri kita sendiri yang pada akhirnya hanya akan membuat kita menyesal dikemudian hari.

Sekarang cerita-cerita seperti ini hanya menjadi bagian masa lalu dari mang, semuanya sudah terlewatkan dan semuanya sekarang sudah berubah

Iklan
Posted in: Tak Berkategori