ADA ASEP SUNANDAR DI TAMAN REFLESIA

Posted on Oktober 20, 2008

3


Tadi malam, di taman Raflesia Alun-alun Ciamis telah di gelar hiburan rakyat berupa pertunjukan wayang golek dari ki dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya Giri Harja 3.

Pagelaran wayang golek ini di prakarsai oleh Forum Pemuda Ciamis dengan tajuk acara CIAMIS DAMAI. Hal ini adalah berkaitan dengan suasana kota ciamis akhir-akhir ini yang sedang bersiap diri untuk menggelar pesta demokrasi yang pertama kali pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis untuk lima tahun kedepan.

DSC00896

Memang gelaran pesta demokrasi ini adalah yang pertama kali diadakan di Ciamis, karena itu melalui tajuk acara malam ini, diharapkan seluruh komponen masyarakat Ciamis dapat tetap bersatu padu memeriahkan pesta demokrasi dengan tetap menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan wilayah Kabupaten Ciamis sebagai salah satu Kabupaten termaju di Jawa Barat.

Acara pertunjukan wayang golek dimulai sekitar pukul 21.00, dengan acara tunggal yaitu pertunjukan wayang golek Giri Harja 3 dalang Asep Sunandar Sunarya.

Kalo kita mendengar nama Asep Sunandar Sunarya, pastinya rakyat Jawa Barat udah pada kenal dan mengetahui kehebatan dari dalang ini. Selain karena nama besarnya dalam dunia pedalangan, juga menjadi salah satu tokoh yang mendirikan ikatan pedalangan Indonesia bersama ki dalang terkenal dari Jawa Tengah.

Kehebatan Asep Sunandar Sunarya ini, selain karena dapat mengemas unsur wayang bukan hanya sebuah pertunjukkan yang bersifat menoton saja, tapi juga karena telah melakukan perubahan-perubahan yang menurut pakem aturan perwayangan, sangat tidak mungkin untuk dilakukan.

Tapi semua ini karena pengaruh kebudayaan serta kemajuan jaman, yang mau tidak mau sebuah seni tradisional Indonesia harus juga dapat tetap eksis ditengah perkembangan tersebut.

Jujur mang katakan, kalo bukan dalangnya Asep Sunandar Sunarya, nonton wayang kurang seru! Pemikiran seperti inilah yang mungkin melekat di hati pecinta seni wayang khususnya di Jawa Barat.

Belum pernah dari sebelumnya para pedaling senior yang dapat tampil hingga ke mancanegara dan sudah pula sering mengisi acara di berbagai stasiun televisi Nasional. Dulu untuk bisa melakukan itu semua, mungkin ki dalang harus mengeluarkan kocek cukup besar hanya untuk mengisi acara di televisi.

Tapi lewat ki dalang Asep Sunandar sunarya ini, semua pakem tersebut telah berubah. Banyak kalangan di luar negeri sana, baik perkumpulan orang Indonesia atau lembaga seni yang melakukan hibah kesenian, mengikutsertakan wayang sebagai daya tariknya. Tercatat sudah puluhan Negara di kunjungi oleh Asep Sunandar Sunarya dengan Giri Harja 3 untuk mengisi acara atau di minta tampil oleh masyarakat yang ada di luar negeri.

Ini tentu saja menjadi kebanggan buat dunia pewayangan tapi juga menjadi kebanggaan buat rakyat Jawa Barat sendiri. Setelah Angklung, jaipong, maka sekarang ada wayang juga yang sudah tampil hingga keluar negeri.

Ciamis Jadi Ramai

Setelah ada informasi bahwa hari minggu malam akan digelar pertunjukan wayang golek dari Asep Sunandar sunarya, entah dari mana semua orang dengan mudahnya telah berkumpul di taman raflesia Ciamis bahkan sejak dari sekitar pukul 16.00 sore hari.

Hiburan wayang golek ini ternyata memiliki penggemar tersendiri yang masih tetap setiap untuk melihat dan menyaksikan pertunjukan wayang. Selain itu hiburan berupa wayang golek ini adalah merupakan hiburan yang murah meriah, kita yang menontonya tidak membutuhkan biaya banyak, dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga dan yang terpenting aman tidak menimbulkan kerusuhan.

Belum pernah ada pertunjukan wayang golek sampai di stop oleh aparat setempat, karena menimbulkan kerusuhan bahkan sampai ada keributan yang fatal. Jadi hiburan wayang golek benar-benar aman!

DSC00894

Seperti malam ini di taman raflesia Ciamis, banyak orang telah berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek. Tidak hanya dari warga Ciamis kota saja, bahkan dari pelosok desapun ada yang datang hanya karena ingin menyaksikan penampilan wayang golek favoritnya.

Mereka datang secara berkelompok, menggunakan satu-dua kendaraan minibus baik bak terbuka bahkan sampai truk pengangkut barang pun menjadi sarana transportasi untuk menonton wayang golek.

Mereka datang ada yang bersama keluarga, isteri bahkan anak kecil yang berusia lima tahunpun ikut diajaknya melihat pertunjukan seni ini. Jelas ini merupakan hiburan yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga.

Sayang memang pada malam itu sempat di guyur hujan pada sore harinya dan sekitar pukul 12 malam juga sempat kembali hujan meski tidak terlalu besar. Namun demikian hal ini tidak mengurangi minat para penggemar setianya untuk tetap menyaksikan pertunjukan wayang golek ini.

Cerita Wayang penuh dengan sindiran

Pada malam ini Asep Sunandar Sunarya seperti biasa menampilkan tokok pewayangan yang menjadi idola masyarakat yaitu si Cepot dan para keluarganya.

Secara umum, cerita yang ditampilkan malam ini, adalah berkisah tentang tokoh yang selalu membela kepentingan rakyat dan melakukan perambahan hutan untuk atasnama rakyat. Padahal kenyataannya adalah untuk kepentingan diri sendiri.

DSC00895

Tokoh ini diwakilkan dari kelompok Amarta, yang berlaku tidak adil kepada rakyatnya dan sering melakukan tindakan kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Namun ditengah-tengah ketidak berdayaan masyarakat atas perlakuan ketidakadilan ini, muncuk tokoh yang membela rakyat dengan selalu bertindak adil, serta berani untuk melawan semua tindakan kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Satu persatu para tokoh jahat ini hancur bertekuk lutut di tangan si pemberani yang membela rakyat ini. Maka hadirlah tokoh pembela rakyat yang menjadi dambaan bagi setiap rakyatnya yang betul-betul berani untuk bertindak melawan para pejabat Negara yang berlaku tidak adil tersebut.

Di akhir kisah, muncul tokoh kecintaan rakyat ki Semar,Astrajingga dan para keluarganya yang muncul menjadi pemecah masalah seluruh kekisruhan yang terjadi di Negara Amarta ini.

Memang secara umum kisah seperti ini sudah bisa kita tebak alur ceritanya, karena hampir pasti setelah itu akan terus begini, setelah itu lanjut begini dan akhirnya akan seperti ini.

Cerita sudah bisa ditebak dan penonton juga sudah pada tahu semua. Tapi bukan itu yang dicari oleh penonton, tapi adalah penampilan dari wayang itu sendiri, juga mendengarkan petuah-petuah yang disampaikan oleh dalang lewat tokoh yang dimainkan.

Penyampaian alur cerita yang kesemuanya menggunakan bahasa sunda asli karuhun bahkan dengan tutur yang sangat lemes, serta penyampaian berbagai ungkapan sindiran atau bahasa sunda bilang siloka, yang membuat penonton selalu setia menyaksikannya.

Ungkapan sindiran dan pribahasa yang mungkin sangat asing kita dengar, apalagi dengan bahasa sunda yang sangat halus sekali ini, membuat kita yang menonton seolah-olah terkesima mendengar ungkapan tersebut.

Inilah sebenarnya yang menjadi daya tarik dari seni wayang itu. Mungkin ini juga berlaku untuk wayang kulit atau wayang lainnya yang ada di Indonesia.

Kemeriahan Pasar malam di tengah pagelaran

Sudah menjadi tradisi atau mungkin juga menjadi kebiasaan orang banyak, bahwa setiap pertunjukkan wayang golek selalu diikuti pula oleh berbagai pedagang keliling yang menjajakan dagangannya di sekitar tempat pertunjukkan.

DSC00897

Ini menjadi cirri khas suasan tersendiri kalo kita nonton wayang. Dan ini sudah berlangsung hampir disetiap pertunjukkan wayang dimanapun di gelar. Tidak terlepas apakah itu di kota besar atau bahkan hingga di pelosok desa.

Kalo pada konser musik pop ada Bazaar atau stand makanan yang popular, maka kalo di pertunjukkan wayang ada pedagang keliling yang menawarkan mulai dari asesories untuk wanita, obat kuat untuk lelaki, sampai kepada kebutuhan rumah tangga dan keperluan kita sehari-hari.

Jujur mang katakan, inilah yang membuat suasana nonton wayang golek lebih seru kalo melihat langsung di bandingkan kita melihatnya di televisi atau mendengarkan di radio.

DSC00898

Apalagi pada pertunjukan malam ini pihak panitia menyediakan dua layar besar untuk dapat kita lihat langsung, maka kita bisa sambil duduk-duduk santai melihat pertunjukan wayang sambil menikmati suasana pasar malam yang meriah. Lebih lengkap lagi bila ditemani juga oleh kopi panas yang dapat kita beli dari pedagang keliling, juga dengan makanan panas seperti ubi bakar, jagung, kacang atau juga martabak asin yang menyegarkan. Wow…seru coy……………

Seni Wayang Golek perlu di lestarikan

DSC00901

Kita sebagai generasi muda yang saat kita baru mengenal dengan seni tradisional, perlu dipelihara dan mengajak mereka untuk mengenal lebih dalam tentang seni tradisional apapun bentuknya.

Ini adalah merupakan bagian dari pembelajaran untuk kita agar kita lebih mencintai seni tradisional kita dan melestarikannya sebagai salah satu asset bangsa yang harus kita pertahankan.

Mang jadi ingat sewaktu di Jepang dulu, meskipun kita tahu bahwa Negara Jepang adalah salah satu Negara termaju di kawasan Asia ini, tetapi ternyata mereka tetap memelihara dan melesatarikan seni budaya warisan leluhurnya kepada setiap generasi penerus bangsanya. Sehingga walaupun Jepang sudah maju dalam segala hal, tetapi seni budaya dan tradisi tetap menjadi kebudayaan yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jepang sendiri.

Kitapun di Indonesia seharusnya mencontoh negeri Jepang ini. Jangan karena alasan kemajuan teknologi serta mengikuti perkembangan jaman, tapi justru kita malah melupakan seni dan tradisi warisan dari para leluhur kita.

Apapun bentuk seni tradisional yang kita miliki, kita wajib untuk melestarikannya dan menjaganya sebagai asset bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Siapapun kita, berasalh dari daerah manapun, kita wajib melestarikan seni dan budaya daerah asal kita. Dengan demikian ini diharapkan akan menjadikan bangsa dan negeri ini sebagai bangsa yang selalu menghormati warisan dari leluhurnya sebagai wujud ungkapan terima kasih kita kepada para leluhur yang telah dengan susah payah membangun semua ini untuk kita bersama.

DSC00900

 

Iklan
Posted in: Tak Berkategori