IBSN:JALUR SELATAN AMAN UNTUK MUDIK

Posted on September 26, 2008

0


Ada banyak alternative jalur untuk mudik yang dapat kita lalui, dan salah satunya adalah jalur selatan.

Mengapa jalur selatan termasuk jalur yang paling aman untuk mudik?

Jalur selatan merupakan jalur utama yang terhubung mulai dari Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis hingga menuju perbatasan jawa barat jawa tengah.

Memang jalur ini termasuk sangat ramai, ini karena banyaknya kota-kota yang dilalui sepanjang jalur utama tersebut. Tetapi menjelang arus mudik biasanya kondisi jalur utama ini telah dipersiapkan dengan baik oleh pihak Kepolisian setempat dan selalu berkoodinasi dengan setiap kepolisian setempat.

Ada beberapa titik rawan yang perlu diperhatikan bila kita menggunakan jalur selatan ini.

Mulai dari Bogor menuju ke arah Puncak, maka sepanjang jalur ini adalah merupakan jalur yang cukup padat dan ramai, serta ada beberapa titik rawan kecelakaan, seperti di daerah puncak pass, daerah Tapal Kuda yang baru-baru ini terjadi kecelakaan Bus hingga menewaskan beberapa penumpangnya.

Selepas Bogor, memasuki daerah Cianjur, juga ada beberapa titik yang perlu diperhatikan oleh para pemudik, terutama diantara Cianjur hingga ke jembatan Rajamandala di daerah Padalarang.

Menjelang memasuki kota Bandung, di daerah padalarang, biasanya sering terjadi kemacetan, hal ini karena pada jalur tersebut ada pasar yang cukup ramai dihari-hari biasa.

Namun setelah memasuki Tol Padalarang – Cileunyi, kondisi aman, dan lancar. Setelah keluar Tol, mulai sekitar daerah Cileunyi, kita harus sedikit hati-hati.

Walaupun pada jalur ini telah di buat dengan cukup lebar dan adanya pembatas jalan, tetapi karena memasuki kawasan pabrik yang pada jam-jam tertentu cukup membuat macet kondisi jalan.

Kemacetan biasanya akan menumpuk di sekitar jalur jalan Nagrek, karena pada jalur jalan ini merupakan simpang tiga antara arah yang ke Garut dengan arah yang ke Tasikmalaya dan Ciamis.

Selain karena kondisi jalan yang cukup curam dan berbahaya, karena itu pada jalur ini diharapkan para pemudik dengan kendaraan harus bersabar menunggu antrian yang pastinya sudah diatur oleh Bapak-bapak Polisi disana.

Selepas Nagrek, maka perjalanan akan lancar, karena selain kondisi jalan yang tidak lagi menemukan titik-titik kemacetan yang berarti. Namun perlu diingat bahwa bagi pemudik justru kondisi seperti inilah yang biasanya akan menimbulkan kecelakaan yang bisa berakibat fatal.

Karena ingin cepat sampai tujuan sehingga memacu kendaraan dengan cepat, tanpa memperhatikan rambu-rambu lalulintas. Apapun kondisi jalan yang dilalui kita harus tetap waspada.

Memasuki daerah Rajapolah di Tasikmalaya, maka disana terdapat persimpangan yang membedakan jalur jalan utama. Jalur sebelah kiri menuju ke Tasikmalaya lewat kota, sedangkan jalur tengah menuju ke daerah Ciamis melewati jalur Cihaurbeuti.

Ini merupakan jalur alternative yang bisa dipergunakan oleh para pemudik, karena selain jalur ini sangat mudah, juga kondisi jalan yang relative mulus, malah pada beberapa ruas jalan telah diperbaiki dengan cara membuat jalur jalan lapis beton.

Kondisi jalan di Cihaurbeuti ini, termasuk kondisi yang aman, karena selain jalan yang lurus, tidak banyak belokan dan juga tidak ada tanjakan yang sangat berat.

Kondisi jalur ini akan terus seperti ini hingga memasuki kota Ciamis dan diteruskan ke kota Banjar, hingga berakhir di perbatasan jawa barat dengan jawa tengah di Banjar.

Akhirnya, bagaimanapun arah dan jalur yang hendak kita lalui untuk mudik, sikap kewaspadaan dan selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sangat penting diperhatikan oleh para pemudik.

Jangan sampai perjalanan anda harus berakhir di Rumah Sakit atau ada hal-hal yang tidak kita inginkan sehingga acara berkumpul bersama keluarga menjadi tidak terlaksana dengan baik.

Semoga perjalanan anda aman, lancar dan selamat sampai tujuan.

Iklan
Posted in: islam