Beberapa waktu yang lalu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, mengimbau melalui kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, untuk mengurangi gerakan tari jaipong yang dianggap mengundang syahwat ituBagi kita sebagai warga Jawa Barat, sangat familiar sekali dengan tarian jaipong. Karena memang tarian inilah yang menjadi ciri khas jawa barat.
Tari jaipong sudah menggema di hampir seluruh pelosok di jawa barat ini, tidak hanya itu bahkan sampai ke luar negeri segala.
Lewat jaipong juga sudah membuat jawa barat menjadi daya tarik kunjungan wisata asing, dan lewat jaipong pula, nama besar jawa barat semakin terkenal di dunia seni tari di Indonesia.
Mau tidak mau, seni tari jaipong sudah mendarah daging bagi warga jawa barat. Karena setiap gerak dari jaipong itu sendiri mencerminkan dinamika masyarakat jawa barat.
Gerak tari jaipong yang mengandung unsur ketuk tilu, ronggeng dan pencak silat, merupakan dasar dari seluruh gerakan dalam tarian jaipong itu sendiri.
Ketiga ornamen ini dipadukan, maka lahirlah seni tari jaipong. Seni tari ini pertama kali di populerkan oleh Gugum Gumbira, yang merupakan pencipta tari jaipong.
Dulu mungkin kita orang sunda atau jawa barat sangat mengenal lagu jaipong Daun Pulus Keser Bojong, yang sangat fenomenal pada era 80-an.
Tembang ini menjadi sangat fenomenal, karena tembang ini disertai pula dengan gerak tari yaitu jaipong. Dan selalu menjadi pusat perhatian dimana-mana bila ada pertunjukan jaipong.
Percaya ga….sewaktu mang kecil dulu aja, pada saat pesta khitanan, menggelar pertunjukan tari jaipong, dan salah satu tamu keluarga yang hadir waktu itu adalah Almarhumah Tati Saleh yang di daulat untuk nembang sunda plus tari jaipong.
Pokoknya pada waktu itu, setiap acara hiburan, perta pernikahan atau hanya sekedar pesta kantoran aja, selalu menyuguhkan tarian jaipong sebagai hiburannya.
Sewaktu mang ikut program pertukaran pelajar ke jepang aja, mang membawakan tari jaipong secara pasangan dan tunggal. Pada waktu itu orang jepang aja tertarik dengan tari jaipong ini, sampai mereka juga ikut turun menari bersama mang….wah rame deh waktu itu…..
Namun seiring perkembangan jaman, dan semakin banyaknya hiburan yang memasyarakat, maka seni tari jaipong juga sudah mulai dilupakan orang.
Padahal orang luar, sangat mencintai seni ini, bahkan kalo ga salah sampai ada sekelompok seniman dari luar negeri yang ingin mempelajari tari jaipong ini.
Selain itu, gerak tari jaipong yang terkadang lambat, tapi terkadang cepat, patah-patah, aerobik dan terkadang erotik ini mulai disalah artikan oleh masyarakat luas.
Akibat gerakannya yang gemulai, tapi terkadang rada erotik ini juga, yang menyebabkan tari jaipong dipandang agak negatif yang mengandung unsur erotisme.
Padahal yang sebenarnya tidak seperti itu. Gerak erotik ini sebenarnya adalah juga untuk mengikuti perkembangan jaman saat ini, sehingga para pencipta tarian bisa terus melestarikan seni jaipong ini hingga saat ini.
Mungkin karena itulah bapak Gubernur Jawa Barat merasa risih melihat tari jaipong ini, sehingga menghimbau melalui kepala Dinas pariwisata jabar, agar mengurangi gerak erotik dari tari jaipong tersebut, dan lebih tertutup.
Mang sangat yakin, bahwa pa Gugum dalam menciptakan tari jaipong ini, tidak bermaksud untuk mengundang syahwat, atau menjadi sangat erotis.
Demikian juga dengan para seniman tari ini, semuanya hanya mereflesikan pemikirannya dalam bentuk gerak tubuh.
Kalo ini dianggap sebagai mengundang syahwat, maka itu kembali lagi kepada diri kitanya. Apakah kita melihat tari jaipong ini mempunyai persepsi yang negatif, atau itu hanya sebuah seni yang layak kita lestarikan sebagai sebuah seni tari.
Imbauan dari Gubernur Jabar ini, jelas sekali kalo beliau tidak mengenal seni tari jaipong itu sendiri. Bagaimana sejarah seni jaipong, dan bagaimana seni tari ini bisa menjadi icon bagi jawa barat.
Dikalangan para seniman tari sendiri, dengan adanya imbauan dari Gubernur ini, sangat mengkuatirkan. Karena ini bisa berdampak kepada pelarangan tari jaipong, apalagi dengan diterbitkan SK atau undang-undang daerah yang membatasi gerak dari seni tari jaipong.
Inilah yang mengkuatirkan di kalangan para seniman sunda saat ini. Sehingga ini membuat kalangan seniman jawa barat merasa gerah atas himbauan dari Gubernur tersebut.
Mungkin akibat dari diterbitkannya UU anti Pornografi dan pornoaksi inilah, maka setiap ekses dari kebudayaan atau prilaku di masyarakat yang mengandung atau tidak unsur erotisme, maka semua itu dilarang.
Kalo tari jaipong tidak ngagiteuk bujur …..bagaimana indahnya sebuah tarian……..
Kalo dibilang penari jaipong harus menutup aurat…lalu bagaimana unsur keindahan tarian yang diwakili oleh costume yang dipergunakan oleh penarinya.
Sebetulnya, imbauan Gubernur ini, tidak harus dinyatakan secara terbuka, tapi perlu dikaji melalui berbagai diskusi, seminar tentang menghadapi perkembangan jaman dampaknya terhadap kesenian daerah.
Kalo mo jujur lagi, sebetulnya Gubernur tidak perlu mengimbau soal tarian atau kesenian khas jawa barat ini, tapi lebih baik fokus kepada tugas utama Gubernur untuk mensejahterakan rakyat jawa barat.
Masih banyak rakyat miskin di negeri ini, yang perlu diperhatikan, dicarikan solusi, dan dibantu dengan membuat lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Tuh…liat Mr. Obama yang baru dilantik jadi Presiden Amerika Serikat aja, langsung bertindak dengan menepati janjinya untuk mendorong ekonomi amerika dengan meluncurkan dana stimulan untuk peningkatan ekonomi negeri.
Ok, terlepas dari imbau yang disampaikan oleh Gubernur, dan sikap keprihatinan dari para seniman di jawa barat. Ini semua harus membuat kita sadar, bahwa kita perlu melakukan perubahan, bahwa kita harus segera bertindak atas apa yang terjadi di masyarakat, tapi tanpa meninggalkan akar dan budaya serta sejarah jawa barat.
Mang salut dengan negara Jepang. Walaupun negara itu sudah menjadi negara yang maha kuat, maha dasyat dan telah menjajah dihampir seluruh negara di dunia ini dalam sektor perdagangan dan ekonomi.
Tapi tetap saja masyarakat jepang, memelihara seni dan tradisi warisan para leluhurnya. Festival kesenian daerah, atau berbagai festival menyambut perayaan tertentu yang semua itu merupakan warisan dari leluhur mereka.
Tetap selalu mereka rayakan setiap tahunnya dengan penuh antusias dan warga selalu respek dengan warisan leluhurnya.
Kembali lagi, dengan adanya imbaun dari Gubernur Jawabarat ini, sedikitnya telah menyentak kita semua warga jawa barat, untuk kembali diingatkan untuk tetap melestarikan budaya warisan leluhur kita.
Mungkin sekarang para seniman di jawa barat perlu kemali menggelar berbagai event kesenian daerah dan tetap mempertahankan warisan dan budaya jawa barat untuk dilestarikan bagi generasi yang akan datang.
Mungkin saatnya sanggar tari, atau lingkung seni, mulai melirik generasi muda untuk mencari bibit-bibit yang dapat melestarikan kebudayaan dan kesenian jawa barat.
Sekarang kita sangat jarang melihat anak muda yang bisa memainkan alat musik kecapi, angklung, atau yang bisa menarikan jaipong, ketuk kitu atau hanya pencak silat tradisional.
Jadi sekarang bagaimana caranya para seniman jawa barat, bisa menarik perhatian generasi muda agar mulai mengenal, bahkan hingga mahir terhadap kesenian tradisional.
Ini semua tentunya perlu kerjasama kita semua sebagai warga jawa barat, dan tentu saja juga harus di dukung oleh pemerintah. Walaupun Gubernur sudah mengimbau seperti itu, tapi tidak ada salahnya kita perlihatkan juga aslinya kesenian tari jaipong itu seperti apa, bagaimana asal usulnya, dan apa yang mencerminkan gerak dari tarian tersebut.
Buat generasi muda jawa barat, mulailah anda mengenal kesenian tradisional jawa barat, walapun itu sudah terlalu lama atau bahkan ketinggalan jaman, tapi percayalah, justru dengan melestarikan kesenian jaman dulu, justru kita punya nilai tersendiri sebagai generasi muda saat ini.
Maju terus tari jaipong….jangan pernah berhenti untuk berkarya…BTW kangen juga pengen nari jaipong lagi kayak waktu di Jepang dulu…hihihihihi…….malu ahhh………
Goyang…maannngggg………….
Ingin tahu tentang sejarah tari jaipong? Silahkan klik link ini
RSS - Posts

















Boleh jadi wujud peduli sang gubernur pada lingkungannya, semoga ada hikmahnya.
waduh………..kalau blue justru nanti nih kalau pernikahannya malah mau pakai acara SUNDA banget mengikuti jejak tradisi ayahku khas tasikmalaya banget dech. pasti ada jaipongan juga kan?
jadi…………tetap lestarikan budaya sunda banget…hehehe
salam hangat selalu
Sim Kuring satuju pisan jaipongan teras dilestarikeun … kumargi gerakan jaipongan yang menarik itu sangat memerlukan kreatifitas yang tinggi bukan asal goyang jadi tidak semua tari jaipongan itu hanya ” mengandalkan goyangan yang asal-asalan saja ” ..tergantung bagaimana sipenari membawakannya …. karena seni itu indah.. Lanjutkan