Sudah menjadi topik pembicaraan yang utama oleh para pelaku mudik sejak awal puasa ini, adalah kondisi dalam pelaksanaan mudik lebaran tahun ini. Apakah akan semakin padat seperti tahun kemarin, atau ada kesempatan yang dapat digunakan untuk menghemat ongkos tetapi tetap bisa melaksanakan tradisi mudik setiap menjelang Lebaran tiba.
Budaya mudik lebaran, mungkin hanya terjadi di Indonesia saja, tidak ada di Negara lain, seperti di Negara Jiran, atau Negara-negara Islam lainnya. Memang mudik hanya terjadi di kita saja, Indonesia yang katanya hampir seratus persen penduduknya penganut agama Islam.
Lalu, mengapa mudik bisa terjadi di Indonesia?
Jujur!, harus kita akui bahwa penyebab kenapa terjadi adanya mudik setiap menjelang Lebaran ini, adalah karena faktor EKONOMI. Yah karena desakan kebutuhan ekonomi di desa, membuat seseorang harus mencari pekerjaan keluar kota dan kalo mungkin menetap disana. Berharap mendapat pekerjaan yang layak, dan pada saatnya nanti akan kembali ke kampung halaman untuk sekedar menjalin silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara di kampung.
Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah, Apakah mudik harus dilakukan setiap tahun?
Pertanyaan ini terkadang tidak bisa kita jawab dengan semudah membalikkan telapak tangan. Karena ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan fungsi dari mudik itu sendiri terkadang yang bisa juga menambah wawasan baru bagi para pelakunya. Jadi harus dilakukan setiap tahun atau tidak, ternyata itu tergantung dari apa tujuan mudik itu sendiri.
Bila mudik tahun ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, sahabat dan teman kita di kampung, maka hal itu harus dilakukan setiap tahun terutama pada saat Lebaran tiba.
Tetapi kalo tujuan mudik ini adalah untuk memperlihatkan sesuatu, membanggakan sesuatu atau memamerkan sesuatu kepada orang-orang di kampung halaman, maka itu adalah sesuatu tindakan yang tidak terpuji dan tidak sewajarnya dilakukan oleh umat muslim.
Memang untuk urusan mudik ini, bukan hanya milik kepentingan sekelompok orang saja, tapi sudah menjadi kepentingan Negara dan bangsa ini. Karena untuk masalah mudik ini, juga melibatkan dari semua menteri yang terkait, sampai semua dinas dan departemen juga mempersiap segala sesuatunya agar pelaksanaan mudik berjalan dengan lancar dan aman.
Secara umum dinas atau instansi yang terkait dengan urusan mudik ini adalah, Dinas Kepolisian Lalu lintas, Dinas Perhubungan, Dinas pekerjaan umum, dinas Sosial, kemudian ada juga pendukung lainnya, seperti dinas keuangan, dinas perbankan nasional, dan semua yang melibatkan untuk kepentingan orang banyak.
Wah…repot juga yah urusan mudik di negeri ini……..
Yang jelas, H-3 sampai H+7 Setelah Lebaran nanti, itu adalah waktu-waktu yang ideal untuk mudik dan juga arus balik yang kadang suka membuat kita jadi sedikit rada prihatin juga.
Kita hanya berharap, agar pelaksanaan mudik tahun ini, berjalan dengan lancar, aman, tertib dan tidak terjadi kecelakaan yang berarti sehingga dapat merenggut nyawa seseorang.
Siapapun yang akan mudik tahun ini ke kampung halamannya, maka persiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik dan diperhitungkan dengan cermat. Jangan sampai hal terkecil justru yang akan membuat perjalan mudik kita jadi terhambat.
Selamat menikmati perjalanan mudik, tetap waspada selama dalam perjalanan, ikuti petunjuk lalulintas yang ada, dan persiapkan semuanya dengan baik dan lancar.
RSS - Posts

















wew, semoga selamat sampa tujuan …
yg jelas orang mudik itu kental dgn budaya bangsa kita yg pingin menyambung silaturahmi …
Enaknya mudik…
Jadi ingat saat-saat seperti ini bila ditanya : “pulang kampung, tidak ?” dan Ku jawab : “ya.. pulang kampung. Ke kampung Ambon”
btw Terima kasih, mas. Sarannya kan saya perhatikan meskipun kampung saya masih di DKI.
kadang karena faktor ekonomi juga jadi yaa bisanya setahun sekali .. dan momennya memang jadi harus .. sudah kangen sama emak dan abah .
btw, mang kemana aja nih, .. saya hadiahkan PR yaa ..
dulu masih mudik, sekarang dah enggak lagi