Yang namanya tradisi apapun bentuknya, tetaplah merupakan suatu kultur budaya yang mau tidak mau harus tetap kita pertahankan sebagai bentuk dari rasa hormat kita kepada para luluhur di daerah tempat tradisi tersebut berada.
Suatu tradisi harus tetap kita pertahankan dan kalau bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya untuk juga dapat mempertahankan tradisi tersebut menjadi budaya yang tidak akan hilang di makan jaman.
Seperti tradisi menjelang bulan Ramadhan ini, hampir setiap daerah, setiap kota, setiap keluarga di rumah masing-masing bahkan di daerah lainnya memiliki keunikan dan keanekaragaman tradisi yang menjadi ciri tersendiri dalam menyambut bulan yang maha Agung bulan Ramadhan.
Seperti di daerah mang ini ada satu tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan, yang mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat untuk melakukannya tanpa ada yang menyuruhnya.
Nah, apa tradisi di Ciamis menjelang bulan Ramadhan?
Namanya MUNGGAHAN bahasa Sunda, yang mungkin kalo diartikan itu merupakan suatu kesemptan untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, teman atau orang-orang dekat kita, untuk membersihkan diri dan mempersiapkan pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan nanti.
Karena kita berkumpul bersama, baik dengan keluarga, teman, atau saudara-saudara kita, maka menjelang siang hari – satu hari sebelum Ramadhan – selalu diadakan acara makan bersama. Acara makan bersama inilah yang menjadi nama dari tradisi Munggahan ini.
Sebetulnya makna dari tradisi ini, adalah untuk introspeksi diri dari segala kesalahan yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya, dan semoga sebelum memasuki bulan Ramadhan tersebut, segala kesalahan kita terutama kepada sahabat, teman dan keluarga dapat diampuni. Yang pada akhirnya kita memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan bersih hati dan bersih diri.
Tapi yang menonjol dari tradisi ini adalah, acara makan bersama yang selalu menjadi pusat perhatian. Tidak jarang pula, setiap kantor-kantor mengadakan acara Munggahan ini bersama para karyawannya.
Acara makan ini menjadi sangat menarik, manakala acara ini di selenggarakan di tempat-tempat tertentu yang menjadi favoritnya. Seperti di sekitar kebun pinggir sawah, sambil menikmati makanan dan pemandangan serta alam yang indah dan sejuk.
Atau juga di tempat-tempat lain yang menjadi pilihan dari yang mengadakan munggahan ini. Tidak jarang juga di rumah makan atau restoran dengan menu masakan tradisional juga menjadi tempat yang favorit untuk menggelar munggahan.
Menu yang biasa disajikan dalam acara munggahan ini adalah bakar ikan, dengan pelengkap lalaban, sambal terasi, atau sambal dadak serta nasi liwet yang panas.
Wah, pokoknya seru deh kalo udah masuk acara munggahan seperti ini, bisa bikin perut kenyang.
Ini adalah sebuah tradisi, terlepas apakah sesuai dengan aturan agama atau tidak. Tapi yang jelas Munggahan ini sudah ada sejak jaman dulu, ga tahu siap yang memulainya.
Namun dari Munggahan ini banyak sekali manfaat yang bisa kita petik, salah satunya adalah mempererat silaturahmi baik dengan keluarga, teman, sahabat, kerabat, saudara bahkan juga dengan tetangga kita sendiri.
Nilai-nilai yang terkandung dari silaturahmi ini sangatlah penting untuk tetap kita pertahankan bahkan kepada anak cucu kita kelak. Karena seperti di jaman sekarang ini dimana rasa persaudaraan sudah mulai pudar, maka dengan tradisi munggahan ini di harapkan dapat mempererat silaturahmi diantara kita sebagai umat manusia yang mengaku keturunan Nabi Muhammad saw.
RSS - Posts

















Mas ada tradisi kita yang sudah tahunan juga tapi terasa memuakkan. Hanya bikin kita malu lantaran rendahnya peradaban Islam di negeri ini… ada tuh postingan saya