Menjalin Silaturahmi dan menambah wawasan tentang komputer dan bisnis internet

AMALIAH RAMADHAN #1

In islam on Agustus 28, 2008 at 23:00

Bagian Pertama

Tadi pagi tanpa sengaja mang buka-buka lemari buku koleksi dari Almarhum Ayah mang, dan menemukan satu buku kecil yang berjudul 60 Pedoman Amaliah Ramadhan dari buku karya Drs. M. Thalib.

Yah lumayan lah buat baca-baca, sekalian untuk mengingatkan kita tentang keagungan bulan Ramadhan.

Isi buku ;

Berkenaan dengan ibadah Ramadhan, Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan ketentuan secara rinci dari cara menyambut kedatangan bulan Ramadhan sampai dengan akhir Ramadhan.

Semua itu telah dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dengan baik tanpa sedikitpun tercampur dengan tata cara kehidupan yang dilakukan oleh masyarakat Arab Jahiliyyah. Tidak satu pun dari amaliah Ramadhan yang dipraktekkan oleh Rasulullah diperciki oleh pengaruh kultur setempat atau tradisi keyakinan bangsa Arab penyembah berhala, sehingga amaliah Ramadhan ini benar-benar bersih dari segala pengaruh ajaran-ajaran selain Islam.

Amaliah Ramadhan yang dilakukan Rasullulah dan para sahabatnya telah mendapatkan keridlaan dari Allah, sehingga mereka menjadi manusia beriman yang terbaik dan mendapat jaminan kebahagian hidup di akhirat.

Amaliah itu adalah ;

MELIHAT HILAL
Setiap muslim diperintahkan untuk mengetahui masuknya bulan ramadhan secara pasti. Diantara jalan mengetahuinya ialah dengan melihat hilal. Hilal ialah bulan tanggal satu yang terlihat di kaki langit seperti alis manusia. Terkadang hilal ini tidak dapat dilihat dengan mata atau dengan alat teropong karena tertutup oleh awan atau hujan lebat. Jika terjadi hal semacam ini, maka kaum muslimin di tempat mereka tidak dapat melihat hilal itu diperintahkan untuk menggenapkan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

TIDAK MENDAHULI DENGAN PUASA SUNNAT
Puasa Ramadhan tidak boleh didahului dengan melakukan puasa sunnat karena ingin menyambut bulan Ramadhan. Jika seseorang telah biasa melakukan puasa-puasa sunnat kemudian melakukan puasa sunnat sehari atau dua hari sebelum awal Ramadhan datang, maka hal ini diperbolehkan. Akan tetapi kalau dengan tiba-tiba saja dia melakukan puasa bukan karena kebiasaan menjalankannya, maka puasa semacam itu dikatakan mendahului Ramadhan. Perbuatan semacam ini adalah haram.

TIDAK MELAKUKAN PUASA RAMADHAN PADA HARI YANG MASIH DIRAGUKAN
Yang dimaksud dengan hari yang diragukan ialah hari yang belum diketahui apakah masih masuk bulan Sya’ban atau sudah masuk bulan Ramadhan ketika awal bulan tidak terlihat karena hujan atau awan.

DO’A KETIKA MELIHAT HILAL BULAN RAMADHAN
Disebutkan do’a ini adalah amaliah Ramadhan untuk menyempurnakan sambutan kita akan datangnya bulan Ramadhan.

NIATKAN PUASA PADA MALAM HARI
Pada awal Ramadhan sebelum datangnya Shubuh, orang yang hendak berpuasa wajib menyatakan niatnya untuk berpuasa selama satu bulan Ramadhan. Islam berprinsip pada kemudahan dan keringanan. Karenanya seseorang yang akan berpuasa selama satu bulan Ramadhan cukup menyatakan niatnya satu kali pada malam pertama Ramadhan. Jika menyatakan niat setiap malam, hal ini hanyalah sunnat.

ANJURAN MAKAN SAHUR
Makan sahur ini oleh Rasulullah dikatakan sebagai makan yang membawa kebaikan dan keutaman bagi yang melakukannya. Orang yang makan sahur, mendapat keuntungan ganda, yaitu menjadi kenyang dan mendapat barakah yang akan Alllah turunkan kepada dirinya sepanjang hari ia melaksanakan puasa.

WAKTU SAHUR
Waktu sahur yang paling baik adalah menjelang Shubuh, kurang lebih 15 – 10 menit menjelang waktu Shubuh.

SAHUR DENGAN KURMA
Bahan makanan untuk sahur yang paling besar barakahnya dan paling baik adalah buah kurma. Buah kurma tidak hanya baik untuk berbuka tapi baik juga untuk sahur. Hal ini berarti sahur dengan buah kurma merupakan sunnah Nabi, yang berarti berpahala.

JUNUB SAMPAI WAKTU SHUBUH
Orang yang berjanabat wajib mandi besar sebelum melaksanakan shalat Shubuh, karena orang yang junub tidak sah melakukan shalat tetapi tetap sah meneruskan puasanya. Junub yang dialami, baik karena bercampur dengan isteri atau karena mimpi, tidak membatalkan puasa yang akan ia lakukan pada hari itu.

MENCIUM ISTERI SAAT BERPUASA
Mencium atau bercumbu dengan isteri pada waktu berpuasa tidak membatalkan puasa walaupun ketika mencium atau bercumbu itu seseorang mengeluarkan air mani. Dalam ketetapan Al-Quran, yang membatalkan puasa adalah bersetubuh, baik keluar mani atau tidak, sedangkan bercumbu dan mencium isteri, sekalipun mengakibatkan keluarnya mani, tidak dapat dikatagorikan sebagai persetubuhan.

Bersambung kebagian 2

  1. “mari kita niati sekolah, kuliah, kerja atau apa pun aktivitas kita sebagai ibadah… perbedaan ibadah & bukan, terletak pada niat…”

    terima kasih sharingnya…
    semoga bisa menjadi ilmu yg bermanfaat & Multi Level Pahala (MLP), amin…
    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan untuk menjawab mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah, terutama di luar Ramadhan…

    tulisan saya tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Nuhun kang udah mampir di rumah mang, siap mang segera meluncur menuju lokasi…..

All comments are screened for appropriateness. Commenting is a privilege, not a right. Good comments will be cherished, bad comments will be deleted.