Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2008, hari Kemerdekaan bangsaku, hari yang amat bersejarah bagi bangsa ini, sekaligus menjadi hari yang membanggakan bagi kita yang mengaku warga negera Republik Indonesia.
Kemeriahan sangat terasa didaerah, hampir disetiap pelosok kampong, desa bahkan sampai tingkat RT di sekitar rumah kita pasti merayakan hari yang bersejarah ini dengan berbagai kegiatan atau aktifitas yang menghibur bagi warganya.
Tidak sampai disitu saja, perayaan hari Kemerdekaan juga sekarang sudah menjadi milik kalangan Atas, orang-orang yang memiliki sejumlah kekayaan berlimpah, orang-orang yang memiliki berbagai perusahaan besar, orang-orang yang mengakui masih jadi warga Negara negeri ini.
Sudah hampir sekitar, 5 tahun terakhir ini saya selalu melewatkan detik-detik Proklamasi dalam suatu upacara bendera, baik tingkat nasional, ataupun daerah.
Setiap tanggal 17 Agustus juga, saya biasanya mendampingi tim asuhan saya unit drumband yang saya latih untuk tampil dalam acara perayaan hari Kemerdekaan, kalo tidak menjadi peserta upacara, kadang lebih sering mendampingi untuk kegiatan parade atau pawai alegoris tingkat kabupaten.
Pastinya setiap bulan Agustus, adalah waktu-waktu dimana segenap pikiran, tenaga, dan perhatian, saya curahkan sepenuhnya unit keberhasilan unit drumband, agar dapat tampil maksimal pada momen hari Kemerdekaan ini.
Tapi, khusus untuk tahun ini, dan saya tidak mungkin tahu untuk tahun depan, seluruh aktifitas kegiatan saya dalam melatih drumband, membimbing anak-anak, sudah saya tinggalkan semuanya. Jadi sekarang saya menikmati hari Kemerdekaan ini dengan bersama anak, isteri saya di rumah, nonton siaran langsung detik-detik Proklamasi dari TV.
Paling saya hanya ikut melihat kemeriahan di sekitar lingkungan tempat saya tinggal saja, ya sekedar untuk melepas rasa kerinduan saya dalam memperingati hari Kemerdekaan ini.
Memang sejak, peristiwa yang saya alami pada bulan Januari 2008 lalu, maka saya telah mengambil sikap untuk meninggalkan kegiatan drumband sebagai pelatih, saya lebih focus pada usaha saya dan tapi masih tetap juga ngurusin drumband walaupun hanya untuk event kompetisi saja sebagai panitia pelaksana.
Ada juga kerinduan untuk kembali terlibat dalam kemeriahan Agustusan ini, khususnya kalo saya bersama unit drumband saya, tapi apa daya, semuanya itu sudah terlanjur saya terima dan saya harus bisa menerima kondisi ini apapun yang terjadi.
Walau saya harus mengorbankan perasaan saya, mengabaikan kreatifitas dan nilai-nilai seni saya, yang biasanya saya lakukan untuk melatih drumband. Sekarang itu semua harus saya tinggalkan dengan berat hati.
Semoga peristiwa yang saya alami saat ini, bisa membuat saya tetap tegar dalam menghadapi masa yang akan datang, terlebih lagi saya harus bisa mengabaikan juga perasaan saya tentang drumband, karena saya sadar betul apa yang saya punya soal drumband itu hanyalah sebatas hobi dan kesukaan saya saja, bukan sebagai seorang yang mahir atau menguasai teknik dengan benar.
Selamat hari Kemederkaan bangsaku, apapun yang terjadi aku tetap setia dan bangga sebagai warga negera Indonesia. Sebagai warga yang baik aku tetap mengikuti apa yang telah ditentukan oleh para pemimpin negeri ini.
RSS - Posts

















Merdeka!!!
mari kita isi kemerdekaan ini dengan sebaik2nya..
perbaiki diri .. perbaiki bangsa dan negara..
merdeka..
Mari kita bangun bangsa dan negara kita bersama. Merdekaaa…………
Mari berantas kemiskinan di RI ini, tapi menurut saya yang paling penting adalah Orang sekolah harus GRAtis dulu
Waktu Ciamis Drum Band Fest Pertama, Logo CDF itu buatan siapa ayo yang ada pake gambar lumba-lumba itu? CDF 1st Penjurian waktu itu pake komputer siapa ayo? Sertifikat kejuaraan yang pertama diprintnya dimana ayo?
“Emmmmm sampe sekarang saya masih ingat karena masih ada hak yang seharusnya saya terima belum saya terima.”
Maaf ya kebetulan saya buka di internet ada Kang Shanny Ratman, dulu sering bertemunya waktu kang Shanny berdua sama A Asep ke tempat komputer saya.
Terima kasih ya, oh maaf bukan nagih cuma mengingatkan akan persahabatan kita dulu.
kalo sekolah gratis sampai jenjang SMA mungkin bisa maju ya Indonesia