Dengan semaraknya acara nonton bola dalam rangka Piala Eropa tahun 2008 ini, maka kita setiap malam selalu disuguhkan nonton piala Eropa dari mulai babak penyisihan sampai sebentar lagi dah mo babak final. Pokoknya selama bulan ini tiada malam tanpa nonton piala eropa.
Namun dari tayangan langsung di televisi ini, sedikit banyak ada contoh yang bisa kita ambil untuk perkembangan khususnya sepakbola di tanah air dan juga untuk kita semua.
Selain melihat pertandingan sepakbolanya, saya juga selalu tidak melewatkan cuplikan atau tayangan sekilas dari para penonton yang hadir di stadion. Sepertinya kalo saya ada kesempatan untuk nonton langsung disana, pasti lebih seru dan lebih asyik.
Yah. bisa kita lihat sendiri kan…gimana antusiasnya para penonton, mereka bersemangat untuk melihat bintang pujaan sepakbola mereka, atau untuk menyaksikan pertandingan yang enak untuk dilihat.
Penonton larut dengan kegembiraan, mereka asyik dengan teman-teman atau kelompoknya, tanpa ada rasa takut atau bahkan kuatir dengan permasalahan tempat duduk yang tidak nyaman.
Disinilah bedanya kita, mereka datang ke stadion dengan berpakaian rapih atau mungkin juga mengenakan kostum Negara masing-masing, mereka berbaur dengan para penonton yang lain, mereka bersatu memberikan semangat untuk masing-masing favorit timnya.
Tapi, apakah mereka berbuat ulah? Apakah mereka berbuat yang akan bikin suasana menjadi kisruh? Tidak sama sekali. Itu bedanya, men!
Nonton sepakbola di stadion terasa seperti kita nonton bola di rumah, tanpa ada batasan yang memisahkan kita, tanpa ada rasa kecemburuan, tanpa ada perasaan dendam atau juga tanpa ada perasaan iri terhadap tim lawan.
Masing-masing sibuk dengan kepentingan timnya. Mereka berusaha untuk melihat tim mereka tampil maksimal dan bisa menang.
Sikap menerima akan kekalahan, sudah menjadi hal biasa. Yah…mungkin ada juga penonton yang sedih, kecewa bahkan sampai nangis-nangis segala hanya karena tim pujaan kalah dalam pertandingan.
Tapi itu semua hanya perasaan sesat, perasaan pada saat menerima kenyataan bahwa timnya kalah. Perasaan ketika masih berada di stadion. Setelah pulang atau sekedar untuk kumpul dengan rekan-rekan, mereka seolah lupa dengan kekalahan tim mereka.
Bahkan tidak jarang seporter tim lawan juga memberikan semangat kepada seporter tim yang kalah, dengan tidak melakukan tindakan yang akan membuat tim yang kalah merasa dilecehkan.
Itu namanya sprotif men!
Itu baru dari sikap penontonnya, bagaimana dengan sikap pemainnya sendiri?
Yang saya lihat sewaktu pertandingan antara Belanda melawan Rusia. Walau pada kenyataannya tim Belanda akhirnya harus tersingkir dari turnamen ini, tetapi perasaan itu hanya mereka pendam pada saat di stadion saja.
Mereka saling berjabatan tangan, mengucapkan selamat atas kerjasama selama ini, tidak hanya itu, beberapa pemain Belanda pun ada yang menghampiri pemain Rusia dan berjabatan tangan mengucapkan selamat atas kemenangannya.
Dan hebatnya lagi, mereka seolah-olah seperti sedang membicarakan sesuatu dengan penuh antusias dan semangat. Mereka seperti sudah terlupakan bahwa timnya kalah atau timnya menang. Tidak ada kesan kecemburuan atau juga merasa dendam dengan sikap pemain lawan. Sportif Men!
Bahkan pelatihnya yang kedua-duanya adalah orang Belanda asli, saling berpelukan dan berjabatan tangan mengucapkan selamat atas pretasinya. Dan pelatih yang menangpun tidak merasa besar kepala, tapi dia justru sepertinya memberikan semangat kepada rekan pelatih yang kalah.
Tidak ada sikap kekecewaan dari kedua belah pihak, mereka seolah-olah sudah menerima kenyataan yang ada, bahwa dalam suatu pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah.
Yang menang, mereka tidak berbangga diri tapi justru memberikan sikap sebagai seorang kesatria yang telah pulang dari medan perang dan berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Merek berjiwa besar, menerima kemenangan itu sebagai sebuah kerja keras yang telah dijalani selama ini.
Untuk yang kalah, mereka menerima kekalahan ini sebagai sebuah cambuk yang amat berarti dan berharga untuk memperbaiki diri dilain kesempatan dengan terus berupaya menjadi yang terbaik diantara mereka. Mereka berjiwa besar mengakui kekalahannya sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang.
Bravo!!!!!!!!
Dalam kehidupan kita sehari-hari, seharusnya juga harus dapat bersikap seperti pemain sepakbola tersebut.
Kita harus menyadari bahwa dalam kehidupan ini selalu berdampingan, ada malam pasti ada siang, ada wanita pasti ada pria, ada manis pasti ada pahitnya.
Nah, kita harus dapat menyadari sikap itu. Tidaklah mungkin seseorang akan selalu berada di posisi teratas dalam suatu perusahaan, tapi mungkin suatu saat dia bisa berada di posisi yang paling bawah dalam suatu perusahaan yang sama.
Ini namanya roda kehidupan. Growup men!!!!!!!!
Tidak selamanya kita selalu kaya dengan harta berlimpah, tapi siapa tahu suatu saat kita justru jatuh miskin tanpa uang sepeserpun di tangan.
Tapi buat kita yang ada dalam posisi sebagai pihak yang kalah, janganlah berkecil hati, kita harus merasa yakin bahwa suatu saat kita juga pasti akan jadi pemenangnya.
Hari ini saya tidak punya uang untuk membeli susu anak saya, tapi saya yakin pasti ada jalan untuk mendapatkan rezeki yang halal untuk saya, kalo tidak hari ini mungkin besok atau juga nanti malam, kita tidak tahu.
Yang jadi permasalahan sekarang adalah, apakah kita bisa menerima kondisi sebagai pihak yang kalah? Nah ini baru masalah!
Kadang kita tidak bisa menerima kenyataan hidup bahwa saat ini kita berada di bawah. Kita seolah-olah protes kepada Sang Pencipta kenapa nasib saya sejelek ini.
Padahal Maha Pencipta sudah menentukan garis kehidupan kita sejak kita berusia empat bulan dalam kandungan ibu tercinta. Jodoh, mati dan rezeki, semuanya sudah diatur baik oleh Sang Pencipta!
Apakah kita bisa menerima kekalahan kita dari seorang pemain yang berusia dibawah kita? Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada, berbesar jiwa dan mengakui kemenangan lawan karena memang lawan lebih baik dari kita.
Dengan kekalahan yang kita terima ini, harusnya bisa menjadi pemicu untuk memperbaiki diri dimasa yang akan datang. Kita harus kerja lebih giat lagi, berusaha lebih keras lagi, dan tidak pernah ada kata bosan untuk menyerah sebelum ajal memanggil kita.
Itulah kehidupan men!
Akuilah atas keberhasilan orang lain, jadikan hal itu sebuah pemacu bagi kita untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Yakinlah bahwa kita juga pasti bisa menjadi pemenang, bahwa kita juga pasti suatu saat berada di posisi teratas dalam kehidupan ini, yakinlah bahwa suatu saat kita juga akan mendapatkan rezeki yang cukup untuk kehidupan kita ini.
Salam Hangat dari Ciamis kota yang Manis
SHANNY RATMAN

RSS - Posts
















